Ketika China, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Mesir Satu Suara untuk 100 CTFP di Jalur Sutra Dunia

Administrator - Senin, 27 Juli 2026 12:14 WIB
Ist
Jakarta - Ada simbolisme yang indah ketika Jalur Sutra—jalur peradaban yang selama ribuan tahun menghubungkan Timur dan Barat—kini tidak lagi hanya membawa rempah, sutra, dan budaya, tetapi juga membawa pesan tentang kemanusiaan dan inklusi.Semangat itulah yang bergema dalam The 6th Silk Road International Festival serta berbagai penghargaan dari United Nations World Silk Road Forum, ketika kampanye global 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes) mendapat dukungan dari para tokoh budaya, sastra, dan media internasional.Enam Honorary Chairpersons menjadi pelopor gerakan 100 CTFP di Jalur Sutra, yaitu Cao Shui dan Wang Fangwen (China), Ulugbek Yesdaulet (Kazakhstan), Usmon Azim (Uzbekistan), Altynai Temirova (Kyrgyzstan), serta Ashraf Aboul-Yazid (Mesir).Di antara mereka, *Cao Shui* menjadi sosok sentral utk 100 CTFP. Penyair terkemuka China, penerima World Silk Road Culture Outstanding Contribution Award, sekaligus Chairman of the Beijing International Poetry Film Festival, ini dikenal sebagai jembatan budaya Timur dan Barat. Kepeduliannya terhadap para atlet difabel mendorongnya mengajak sekitar 100 tokoh Asia untuk berpartisipasi dalam 100 CTFP.Sementara itu, *Wang Fangwen* merupakan President of the International Poetry Committee of the United Nations World Silk Road Forum serta Distinguished Professor of the Modern College of Northwest University di Xi'an, China. Dari Kazakhstan, *Ulugbek Yesdaulet* adalah Chairman of the Union of Writers of Kazakhstan sekaligus Chairman of the Council of the TURKSOY Writers Union, yang sangat berpengaruh. Dari Mesir, *Ashraf Aboul-Yazid* merupakan Secretary-General of the Congress of African Journalists, former President of the Asia Journalists Association (AJA), serta penerima Manhae Grand Prize dan Arab Journalism Award, yang dikenal luas atas kiprahnya membangun dialog budaya lintas benua.Menjelang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Cao Shui menyampaikan pesan inspiratif:«"I hope you competing at the Aichi-Nagoya 2026 Asian Para Games will unfold your complete and powerful selves through poetic imagination. Asia is where the sun rises, for you are certain to radiate renewed strength."»Pendiri Maria Monique Last Wish Foundation sekaligus pencetus 100 CTFP, Natalia Tjahja, mengucapkan terima kasih kepada Cao Shui dan para sahabat di Jalur Sutra, serta berharap semakin banyak figur publik China bergabung dalam gerakan ini.«"Saya berharap tokoh-tokoh seperti Jackson Yee, yang pernah mendukung Paralimpiade Beijing, Xu Kai, Dilraba Dilmurat, Yang Mi, Lin Yi, Johnny Huang, Zhao Lusi, Bai Lu, dan figur lainnya dapat memberikan pesan inspirasi bagi para atlet difabel dunia," ujarnya.»President of the International Paralympic Committee (IPC), Mr. Andrew Parsons, memberikan video resmi pada 11 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan satu tahun gerakan 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes). Dalam pesannya, Andrew Parsons menyampaikan:«"Happy first anniversary to the 100 CTFP Campaign and Maria Monique Last Wish Foundation. It is an honor for me to lend my support for 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes) and Maria Monique Last Wish Foundation. This is fully aligned with the IPC's mission to create a more inclusive world through Para sport. Together, let's make this important initiative a great success."»Natalia Tjahja mengatakan, "Thank God always. Terima kasih kepada President IPC, Mr. Andrew Parsons, yang telah memberikan apresiasi atas perjalanan miracle saya yang dimulai dari nol, sepenuhnya non-profit dan zero budget."Hingga hari ini, 643 tokoh dunia telah bergabung dalam gerakan 100 CTFP, memperlihatkan bagaimana Jalur Sutra modern kini tidak hanya menghubungkan bangsa dan budaya, tetapi juga menyatukan suara dunia untuk para atlet difabel.

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait