Oleh: Parulian Nasution
Pancasila bukanlah ide yang lahir secara tiba-tiba. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.
Pancasila digali dari akar budaya bangsa, dari pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.Rumusan
Pancasila yang dikenal saat ini merupakan hasil kajian mendalam para pendiri bangsa yang tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Melalui sidang yang berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, para tokoh bangsa merumuskan dasar negara yang mampu menjadi pemersatu seluruh rakyat Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, dan bahasa.Tanggal 1 Juni kemudian diperingati sebagai Hari Lahir
Pancasila, karena pada momentum tersebut gagasan dasar negara Indonesia mulai dirumuskan secara sistematis. Selanjutnya, setelah BPUPKI bertransformasi menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, pada 18 Agustus 1945
Pancasila resmi ditetapkan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.Memperingati Hari Lahir
Pancasila tidak cukup hanya dengan upacara dan kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Sebab,
Pancasila mengandung nilai luhur yang mencerminkan bangsa Indonesia yang berketuhanan, berkemanusiaan, menjunjung persatuan, mengedepankan musyawarah, serta berkeadilan sosial.Sebagai dasar negara, kepribadian bangsa, pandangan hidup, dan cita-cita nasional,
Pancasila harus tumbuh dan mengakar dalam jiwa setiap warga negara. Nilai-nilai tersebut perlu terus disosialisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi pedoman moral dalam bertindak.
Pancasila telah terbukti mampu mempersatukan bangsa Indonesia. Dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang kuat, bangsa ini mampu menjaga keutuhan Republik Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsep ketahanan nasional, kewaspadaan nasional, dan wawasan nusantara menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang datang baik dari dalam maupun luar negeri.Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai
Pancasila juga relevan untuk mendukung pembangunan nasional. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan sehingga tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semangat "Tumbuh dalam Pemerataan, Merata dalam Pertumbuhan" serta "Adil dalam Kemakmuran dan Makmur dalam Keadilan" tetap menjadi cita-cita yang harus diwujudkan.Karena itu, pendidikan karakter berbasis
Pancasila perlu kembali diperkuat di lingkungan pendidikan. Pendidikan Moral
Pancasila yang pernah menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa patut mendapat perhatian agar generasi muda memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai
Pancasila secara afektif, kognitif, dan psikomotorik.Generasi emas Indonesia masa depan membutuhkan fondasi moral yang kuat agar mampu menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, serta berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis jati diri bangsa.
Pancasila harus menjadi benteng karakter yang membimbing generasi muda menuju kemajuan tanpa kehilangan identitas nasional.Pada akhirnya, esensi terdalam dari nilai-nilai
Pancasila adalah pengendalian diri untuk senantiasa berbuat baik, menghormati sesama, menjunjung keadilan, serta menjauhi segala bentuk perilaku yang merugikan masyarakat dan bangsa.Selamat Hari Lahir
Pancasila. Semoga nilai-nilai
Pancasila terus hidup, berkembang, dan membudaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.***