Medan – Pasatama Institute secara resmi menyelenggar Pelatihan dan Sertifikasi Penyusunan Dokumen Sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) Batch 24 yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 23 hingga 26 Mei 2026.Kegiatan berbasis kompetensi yang tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini dipusatkan di Hotel GranDhika Setiabudi, Kota Medan, dan diikuti secara intensif oleh Tim Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).Program ini dirancang secara komprehensif tidak hanya untuk membekali para peserta mengenai teknik penyusunan dokumen HACCP yang benar secara regulasi, tetapi juga memastikan bagaimana penerapan System HACCP dapat berjalan secara efektif, nyata, dan konsisten di setiap Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).Kunci Sukses: Kesiapan dan Keunggulan SDM Dapur SPPGDirektur Utama Pasatama Institute, Coach Arsyam, menegaskan bahwa pondasi utama dari jaminan keamanan pangan yang optimal terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengoperasikannya di lapangan. Oleh karena itu, investasi terbesar program ini adalah pada peningkatan kompetensi (upgrade skill) di seluruh lini operasional."Kuncinya adalah bagaimana setiap SPPG benar-benar siap dan unggul SDM-nya. Melalui upgrade skill dari semua bagian di dapur SPPG mulai dari pelaksana penjamah makanan hingga tim audit internal kita sedang membangun ekosistem operasional Dapur MBG yang profesional dan memenuhi standar nasional maupun internasional," ujar Coach Arsyam di sela-sela kegiatan pelatihan di Medan. Senin (25/05/2026).Melahirkan Penjamah Makanan dan Auditor Internal KompetenMelalui skema pelatihan berbasis kompetensi ini, para personel Dapur MBG kini memiliki kapabilitas terstandar untuk melakukan mitigasi risiko dan analisis bahaya pangan sejak dini. Kemampuan ini mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari seleksi dan penerimaan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, hingga makanan siap didistribusikan kepada para penerima manfaat.Langkah strategis yang diinisiasi oleh Pasatama Institute ini diharapkan dapat menjadi role model bagi pengelolaan dapur program gizi di berbagai wilayah lain. Dengan dukungan tenaga kerja yang tersertifikasi secara resmi oleh negara yang(BNSP), komitmen untuk menyajikan hidangan yang tidak hanya sehat dan bernutrisi, tetapi juga aman, higienis, dan diakuinya secara global kini telah siap diimplementasikan secara nyata.rel