Medan — Ketua PW Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafizh-Hafizah (IPQAH) Sumatera Utara, Dr H Asren Nasution MA, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan tiga qariah terbaik Sumut yang diterima di perguruan tinggi negeri bergengsi melalui jalur prestasi.Menurut Asren, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa qari, qariah, hafizh dan hafizhah bukan hanya unggul di bidang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), tetapi juga memiliki kapasitas intelektual yang mampu bersaing di dunia akademik."Kehadiran qari nasional dan internasional merupakan berkah bagi kampus seperti USU dan UINSU. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada berbagai pihak atas keberhasilan tiga qariah belia terbaik Sumut yang berhasil masuk kampus bergengsi melalui jalur prestasi," ujar Asren Nasution, Kamis (22/5).Ia mengapresiasi keberhasilan para qariah yang mampu meraih prestasi ganda, yakni sukses di ajang MTQ nasional maupun internasional sekaligus berjaya di dunia pendidikan. Ketiga qariah berprestasi tersebut yakni: Hikmatul Fadhilah Hasibuan, diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), Erin Zelia Nawawi, diterima di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) dan Zahrah Syafira, diterima di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU)."Ini membuktikan bahwa qari, qariah, hafizh dan hafizhah adalah generasi emas potensial yang memiliki SDM intelektual di atas rata-rata. Ada yang menjadi calon dokter, calon psikolog hingga calon ahli hukum," katanya.Asren meyakini masih banyak qari dan qariah di berbagai daerah yang memiliki potensi besar namun membutuhkan pendampingan dan perhatian serius agar mampu berkembang tidak hanya di bidang Al-Qur'an, tetapi juga dalam dunia pendidikan dan karier profesional."Ke depan kita akan terus memonitor perkembangan bakat dan minat mereka di luar kemampuan bidang Al-Qur'an. Kita siap melakukan pendampingan dan konsultasi di luar arena permusabaqahan. Masa depan qari qariah hafizh hafizhah bisa diraih melalui berbagai jalan dan peluang yang ada harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan mereka," tegasnya.Lebih lanjut, Asren juga mendorong agar para qari dan hafizh berprestasi tingkat nasional maupun internasional mulai mencoba peluang seleksi di berbagai instansi kementerian hingga lembaga negara seperti TNI dan Polri."Tidak tertutup kemungkinan kita membuka peluang agar mereka masuk ke institusi TNI dan Polri. Dua lembaga negara tersebut sejak lama telah merekrut qari, hafizh dan muballigh," jelasnya.Selain kompetensi dan prestasi, Asren juga menekankan pentingnya menjaga adab dan etika dalam kehidupan para penggiat Al-Qur'an."Yang paling mendasar adalah adab dan etika kepada guru, senior dan sesama profesi qari qariah hafizh hafizhah. Selain memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki semua orang, maka adab harus terus dihidupkan sepanjang zaman," pesannya.Dalam kesempatan itu, Asren Nasution juga menghimbau para qari, qariah, hafizh dan hafizhah lainnya agar terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1 dan S2, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.Ia berharap kampus-kampus swasta juga ikut memberikan ruang dan fasilitas bagi para ahli Al-Qur'an untuk berkembang sebagai mahasiswa berprestasi."IPQAH tetap mendorong agar perguruan tinggi swasta dapat memfasilitasi qari qariah hafizh hafizhah menjadi mahasiswa di kampus masing-masing. Selain membantu para ahli Al-Qur'an, hal itu juga akan membesarkan nama almamater di tingkat nasional bahkan dunia. Kita bangun semangat saling membesarkan," pungkasnya.rel