Jakarta | Halomedan.com
Tokoh masyarakat sekaligus pemerhati transportasi
Hery Subiansauri menegaskan pentingnya penguatan pendekatan humanis dalam pembinaan komunitas pengemudi ojek online (ojol). Ia menilai, model komunikasi yang mengedepankan dialog langsung antara aparat dan masyarakat perlu terus diperluas agar tercipta hubungan yang lebih harmonis di lapangan.Hal tersebut disampaikan
Hery usai mendampingi Komunitas Ojol Tekab dalam kegiatan silaturahmi bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya ruang komunikasi terbuka bagi para pengemudi ojol untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.Menurut
Hery, pengemudi ojol memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Karena itu, ia menilai perhatian terhadap aspek keselamatan, perlindungan hukum, dan kepastian kerja menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan humanis bukan hanya sekadar gaya komunikasi, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran berlalu lintas yang lebih baik. Dengan adanya dialog yang terbuka, kata dia, para pengemudi akan lebih mudah memahami aturan sekaligus meningkatkan kepatuhan di jalan raya."Ketika ada komunikasi yang baik dan rasa saling menghargai, maka kesadaran berlalu lintas juga akan meningkat," ujar
Hery.Lebih lanjut,
Hery berharap pendekatan serupa dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh jajaran kepolisian daerah di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus menciptakan budaya lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeadilan.red