Medan — Sebanyak 197 siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Muallimin Universitas Al Washliyah Medan (UNIVA) Medan resmi diwisuda dalam program tahfiz Al-Qur'an. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul secara intelektual, karakter, dan keterampilan.Acara tersebut turut dihadiri pengurus wilayah Al Jam'iyatul Washliyah Sumatera Utara, perwakilan Rektor UNIVA Medan, Ketua PW IPA Sumut, perwakilan Kementerian Agama Kota Medan, serta para orang tua dan keluarga besar madrasah.Alumni senior, Asren Nasution (alumni 1980), menegaskan bahwa wisuda tahfiz tidak boleh dipandang sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, capaian para siswa dalam menghafal 30 juz Al-Qur'an merupakan bukti keberhasilan pendidikan pada aspek kognitif.Ia mengutip teori Benjamin Samuel Bloom yang menyebutkan tiga indikator utama keberhasilan pendidikan, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. "Hari ini kita menyaksikan satu aspek telah tercapai dengan sangat baik. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan intelektual yang membanggakan," ujarnya.Namun demikian, ia menekankan pentingnya pembinaan lanjutan pada aspek karakter dan keterampilan agar para wisudawan tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga mampu berkiprah di berbagai bidang.Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa banyak ilmuwan besar dunia Islam yang memulai perjalanan keilmuannya dari hafalan Al-Qur'an, sebelum kemudian berkembang menjadi tokoh berpengaruh di bidang sains dan pemikiran.Menurutnya, para hafiz dan hafizah memiliki potensi besar untuk menjadi sumber daya manusia unggul, baik sebagai ulama, akademisi, tenaga profesional, maupun inovator di berbagai sektor."Diperlukan pendampingan berkelanjutan serta asesmen bakat dan minat agar potensi mereka dapat diarahkan secara tepat," tambahnya.Wisuda tahfiz ini diharapkan menjadi langkah awal dalam melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan semangat juang tinggi dalam membangun masa depan bangsa.