Karawang – Istri penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar, Yenni Nur, menyampaikan bahwa keluarganya mengalami situasi yang cukup menegangkan setelah rumah mereka dikabarkan didatangi sejumlah orang yang mengatasnamakan organisasi.Peristiwa tersebut terjadi saat Yenni berada di luar kota bersama anak pertamanya untuk menjemput anak bungsunya di pondok pesantren. Dalam keterangannya kepada media pada Minggu (17/5/2026) malam, Yenni menjelaskan bahwa sebelumnya telah ada pihak yang datang ke rumah untuk meminta klarifikasi terkait unggahan di media sosial yang menyebut nama Ketua Umum
Ormas, RdM."Beberapa orang sebelumnya sudah datang untuk meminta klarifikasi dan mendokumentasikan pertemuan tersebut," ujar Yenni.Ia menambahkan, situasi kembali berkembang ketika rombongan tersebut datang lagi dan mencari anak perempuannya. Nomor telepon anak tersebut disebut sempat diretas dan diduga digunakan untuk mengunggah konten terkait sosok yang dikenal sebagai HRM.Yenni mengaku memperoleh informasi bahwa sekitar sepuluh orang sempat berada di sekitar rumahnya, dan dua orang di antaranya masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Ahmad Bahar."Menurut informasi yang saya terima, ada beberapa orang yang masuk ke dalam rumah untuk mencari Pak Ahmad, namun tidak bertemu," tuturnya.Merasa khawatir, Yenni kemudian menghubungi pihak keamanan lingkungan setempat, termasuk ketua RW dan Babinsa. Ia juga menyebut bahwa pihak yang datang tersebut meminta agar anaknya hadir di kantor
Ormas untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.Setelah berada di kantor
Ormas, Yenni mengatakan anaknya sempat bertemu langsung dengan H. Namun, menurutnya, penjelasan bahwa unggahan tersebut dilakukan oleh pihak lain belum sepenuhnya diterima."H menyampaikan bahwa ia masih meragukan penjelasan tersebut, meskipun kami telah menyampaikan bahwa nomor anak saya sempat diretas," ujar Yenni.Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak
Ormas maupun H terkait pernyataan yang disampaikan oleh Yenni Nur.rel