Fore, Jangan Diam, Aktivis Desak Komitmen Cage-Free di Tengah Tekanan Publik

Administrator - Kamis, 02 April 2026 23:12 WIB
Tekanan publik terhadap Fore Coffee semakin menguat. Aktivis Animal Friends Jogja (AFJ) menggelar aksi di depan gerai Fore Seturan, Yogyakarta, pada Kamis (2/4), dengan menampilkan papan reklame yang turut menyerukan Fore untuk segera beralih ke telur
Yogyakarta, — Tekanan publik terhadap Fore Coffee semakin menguat. AktivisAnimal Friends Jogja (AFJ) menggelar aksi di depan gerai Fore Seturan, Yogyakarta, padaKamis (2/4), dengan menampilkan papan reklame yang turut menyerukan Fore untuk segeraberalih ke telur bebas sangkar (cage-free). Pesan "Fore, Jangan Diam: Go Cage-Free!" menjadisorotan dalam aksi ini, menegaskan tuntutan agar Fore Coffee mengambil langkah nyata dalammemastikan kesejahteraan hewan di rantai pasoknya.Selama aksi berlangsung, para aktivis mengenakan topeng ayam dan membawa poster tuntutan,menggambarkan kondisi ayam petelur dalam sistem kandang baterai. Selain itu, para aktivis jugamembagikan selebaran mengenai praktik kandang baterai dalam industri telur yang tidakmenerapkan prinsip kesejahteraan hewan."Fore Coffee mengangkat narasi keberlanjutan melalui #FOREsponsible, namun hingga kinibelum menunjukkan komitmen cage-free. Ini menunjukkan kesenjangan antara citra danpraktik," ujar Dwi Octavia, Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yangDiternakkan AFJ. "Konsumen berhak mendapatkan produk dari sistem yang lebih bertanggungjawab."Tekanan terhadap Fore juga datang dari publik. Lebih dari 13.000 orang telah menandatanganipetisi yang mendesak Fore untuk segera mengadopsi kebijakan bebas sangkar. Dalam sistemkandang baterai, ayam petelur hidup dengan ruang gerak tidak lebih dari selembar kertasA4—membatasi mereka untuk bergerak bebas dan mengekspresikan perilaku alaminya. Kondisiini berdampak pada stres berkepanjangan, peningkatan risiko penyakit1, serta gangguankesehatan seperti tulang rapuh dan cedera.Secara global, sekitar 8,32 miliar ayam petelur hidup dalam sistem produksi telur, dan sebagianbesar masih berada dalam sistem intensif dengan keterbatasan ruang gerak. Di sisi lain, trenmasyarakat global menunjukkan perubahan yang signifikan. Survei3 global di 14 negara3 https://www.frontiersin.org/journals/animal-science/articles/10.3389/fanim.2022.995430/full2 https://ourworldindata.org/do-better-cages-or-cage-free-environments-really-improve-the-lives-of-hens1https://kb.rspca.org.au/knowledge-base/what-are-the-animal-welfare-issues-with-housing-layer-hens-in-cages/menunjukkan mayoritas masyarakat lebih memilih telur dari sistem bebas sangkar danmenganggap penting kesejahteraan hewan dalam rantai pasok. Di Indonesia, 122 perusahaantelah berkomitmen menggunakan telur cage-free, menunjukkan bahwa praktik yang lebihmemperhatikan kesejahteraan hewan semakin menjadi standar industri.AFJ menegaskan bahwa Fore Coffee tidak bisa terus menunda langkah. "Semakin lama ditunda,semakin besar risiko hilangnya kepercayaan publik. Fore perlu segera menyampaikan komitmenyang jelas," tutup Dwi. AFJ mengajak publik untuk mendukung kampanye#CagefreeFOREveryone dan mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadapkesejahteraan hewan.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

News

Dokter Forensik : Sempurna Pasaribu Masih Hidup Saat Rumah Dibakar