MEDAN — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Agung Medan pada iktikaf perdana malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan, tepatnya malam ke-21, Selasa - Rabu (10-11/3/26).
Sekretaris Kenaziran H Yuslin Siregar usai Shalat Isya memastikan semua prasarana sudah siap, termasuk nasi bungkus untuk sahur jamaah, dari salah satu restoran ternama di Medan.Ratusan jamaah, sebagian sejak usai salat Tarawih memilih berdiam di masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu, larut dalam zikir, doa, dan ibadah malam yang berlangsung hingga menjelang Subuh.Sekitar pukul 23.00 WIB, rangkaian ibadah dimulai dengan zikir dan doa yang dipimpin oleh Imam Masjid Agung Medan, Ustadz Syu'aib Daulay, didampingi muazin Ustadz Nasri Harahap. Suasana hening dan syahdu terasa ketika jamaah menengadahkan tangan memanjatkan doa, termasuk doa khusus bagi para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung kegiatan Ramadan di masjid tersebut.Para donatur di antaranya Haji Musa Idishah atau Dodi Anif, Indra Utama, Teuku Soelaiman, Haji Yuslin Siregar, Dzulmi Eldin, Suhardi Aroma, Aldi Subartono, Muslim Siregar, Chandra Lubis dan Azis Balatif. Keluarga almarhum Raja Inal Siregar donasi minuman air mineral.
Jamaah juga mendoakan Alm Haji Anif yang banyak membantu pembamgunan masjid ini.Jumlah jamaah yang mengikuti tahajud berjamaah pada malam perdana itu tercatat mencapai 800 orang lebih. Angka yang cukup besar untuk ukuran awal pelaksanaan iktikaf, sekaligus mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan di Masjid Agung Medan.Selain rangkaian ibadah seperti zikir, salat tahajud berjamaah, serta tadarus Al-Qur'an yang berlangsung sepanjang malam, kebersamaan jamaah juga terasa hangat ketika panitia membagikan sekitar 800 nasi bungkus kepada peserta iktikaf. Hidangan tersebut berasal dari sumbangan para donatur dan disiapkan dari salah satu restoran ternama di Kota Medan.Pembagian makanan itu disambut dengan rasa syukur oleh para jamaah. Bagi mereka, perhatian para donatur bukan sekadar bantuan konsumsi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap upaya menghidupkan syiar Ramadan di rumah ibadah.Menjelang fajar, rangkaian ibadah malam ditutup dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah.
Jamaah yang sejak malam beriktikaf tampak tetap bertahan di saf-saf masjid, melanjutkan ibadah dengan penuh kekhusyukan.Iktikaf perdana malam 21 di Masjid Agung Medan itu bukan hanya memperlihatkan tingginya antusiasme umat, tetapi juga menggambarkan kuatnya semangat kebersamaan antara jamaah dan para dermawan yang turut menghidupkan kegiatan Ramadan di masjid tersebut. Dalam suasana religius yang khidmat, malam itu menjadi penanda dimulainya rangkaian iktikaf pada malam ganjil 10 malam terakhir Ramadan yang diharapkan terus dihadiri semakin banyak jamaah