Medan — Antusiasme masyarakat untuk berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan terus meningkat. Pada hari ke-4 Ramadan 1447 H, Minggu (22/2/2026), jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.
Sekretaris Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, H. Yuslin Siregar, menegaskan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan jamaah dengan mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi hingga pengaturan tempat."Kami bersyukur atas semakin besarnya kepercayaan masyarakat. Ini menjadi kebanggaan bagi kami, sekaligus amanah yang harus kami jaga dengan sebaik-baiknya," ujar Yuslin kepada wartawan.Menurutnya, peningkatan jumlah jamaah sudah diperhitungkan sejak awal Ramadan. Selain karena momentum bulan suci, kondisi masjid yang kini semakin megah dan hampir rampung seluruh proses finishing turut menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya warga Kota Medan, jamaah juga datang dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara hingga luar provinsi.
Sejumlah donatur turut ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan berbuka puasa bersama. Mereka di antaranya H. Musa Idishah atau Dodi (Bendahara Kenaziran), H. Indra Utama, H.T. Soelaiman, H.T. Dzulmi Eldin (Ketua Kenaziran), H. Chandra Lubis ALS, H. Suhardi SE Aroma, dan Azis Balatif. Khusus pada hari ke-4, Aroma Bakery milik H. Suhardi SE menyediakan 200 paket bukaan bagi jamaah.Kegiatan ini, kata Yuslin, sepenuhnya didukung para donatur tanpa menggunakan dana infak maupun tabungan masjid."Semua ini adalah wujud kepedulian bersama untuk menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan," katanya.
Di tengah kepadatan jamaah, suasana tetap tertib dan khidmat. Keluarga-keluarga duduk rapi menanti azan Magrib. Silaturahmi terjalin hangat, mempererat ukhuwah Islamiyah.Yuslin yang hadir didampingi H. Indra Utama, H. Abdullah Matondang, Imam Al Ustadz Al Hafiz H. Irham Taufik, S.Pd.I., M.Si., serta Ustad H. Syukur, juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kebersihan."Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita jaga rumah Allah ini bersama-sama," pesannya.Ia menambahkan, pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan, Masjid Agung Medan akan menggelar iktikaf. Kenaziran akan menyiapkan makan sahur berupa nasi bungkus bagi para peserta iktikaf. (rel)