Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Masyarakat Medan Diajak Tetap Rukun

Administrator - Selasa, 17 Februari 2026 22:14 WIB
Ist
MEDAN, HALOMEDAN.COM – Bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, tepatnya di lokasi pemantauan hilal, masyarakat Kota Medan diajak untuk menyikapi perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah dengan kedewasaan dan sikap saling menghormati.Pemantauan hilal tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses rukyatul hilal yang menjadi dasar dalam penentuan awal bulan suci Ramadhan. Dalam praktiknya, pemerintah dan Muhammadiyah memiliki metode dan kriteria masing-masing dalam menetapkan 1 Ramadhan.Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar pemerintah, 1 Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026.Perbedaan ini disebut sebagai bagian dari dinamika keilmuan serta tradisi ijtihad yang telah lama berkembang dalam khazanah Islam di Indonesia. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai polemik yang berpotensi memecah persaudaraan."Perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan merupakan hal yang wajar. Yang paling utama adalah menjaga ukhuwah dan saling menghormati," disampaikan di sela kegiatan pemantauan hilal.Momentum Ramadhan diharapkan dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman pandangan.Semoga Ramadhan 1447 H membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kota Medan.rel

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

News

Perbedaan Awal Ramadhan, Masyarakat Medan Diajak Kedepankan Kedewasaan