Aloka Telah Tiba di Washington D.C.Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURISEBELUM naskah yang sedang Anda baca ini, sudah dua kali saya menulis naskah tentang
Aloka, seekor anjing jalanan dari India. Jika Anda tidak berminat atas pesan perdamaian apalagi sekadar kesetiaan seekor anjing, maka silakan berhenti membaca naskah ini sampai di sini saja.Selanjutnya saya menulis naskah tentang
Aloka terbatas bagi yang berminat mengetahui bagaimana kisah
Aloka selanjutnya.
Aloka, seekor anjing jalanan tidak jelas pohon silsilah dari India, telah menjadi simbol kesetiaan dan perdamaian dalam perjalanan spiritual yang luar biasa bersama para biksu Buddha. Mereka memulai perjalanan "Walk for Peace" dari Fort Worth, Texas, pada 26 Oktober 2025, dengan tujuan mencapai Washington, D.C. dan mempromosikan perdamaian, kasih sayang, dan welas asih di Amerika Serikat dan seluruh dunia.Perjalanan ini telah menempuh jarak lebih dari 3.500 kilometer, melintasi 10 negara bagian, dan disaksikan oleh jutaan orang yang menyambut mereka dengan hangat.
Aloka, yang memiliki bulu putih berbentuk hati di keningnya, telah menjadi maskot tidak resmi dari perjalanan ini dan memiliki lebih dari 210.000 pengikut di Facebook dan lebih dari 398.000 pengikut di Instagram.Nahasnya,
Aloka sempat mengalami cedera kaki dan sempat tidak dapat melanjutkan perjalanan bersama para biksu, sehingga sempat menjalani perawatan.Syukur Alhamdullilah, kemudian
Aloka sanggup lanjut mendampingi para bikhu kesayangan
Aloka meski kerap kali dipaksa naik bus di samping barisan para bhiku akibat cedera kaki belum sembuh 100%. Di dalam bus,
Aloka terus menangis sebab ingin bisaberjalan kaki bersama para biksu.Para biksu dan
Aloka telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa kesetiaan dan kasih sayang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Mereka berharap dapat mencapai Washington, D.C. pada pertengahan Februari 2026, demi mempromosikan perdamaian dan kasih sayang ke seluruh dunia. Namun ternyata sebelum pertengahan Februari, tepatnya 10 Februari 2026;
Aloka bersama rombongan para bhiku yang mnejawantahkan Walk For Peace sudah tiba di Washington D.C.Setiba di ibukota Amerika Serikat, para Bhiksu dan
Aloka langsung melakukan beberapa kegiatan di Washington DC, antara lain:•Mengunjungi Lincoln Memorial: Mereka melakukan meditasi dan berdoa bersama di tempat ini sebagai simbol perdamaian dan refleksi spiritual.•Meditasi bersama ribuan orang di auditorium George Washington University: Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran atas perdamaian dan welas asih.•Singgah di Dharma Vijaya Buddhist Vihara kuil pusat Buddhisme di Washington DC : Mereka melakukan ritual keagamaan dan berdoa bersama di tempat ini. Di samping juga berkunjung ke Washington National Cathedral dan St. Mark's Episcopal Church.Selain itu, di tengah perjalanan mereka juga melakukan kegiatan lain seperti:•Mengadakan diskusi berbagi perdamaian: Mereka melakukan diskusi tentang perdamaian dan welas asih di setiap tempat peristirahatan.•Membagikan "gelang perdamaian": Mereka membagikan simbol Buddhis ini kepada orang-orang yang mereka temui sebagai tanda perlindungan dan berkah.Sampai dengan saat naskah ini ditulis, tidak diketahui apakah presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang sedang getol berperang, peduli terhadap "Walk for Peace" yang dilakukan
Aloka dan para bhiku.Lebih tidak diketahui lagi apakah Trump berkenan mengundang
Aloka dan para biksu "Walk for Peace" berkunjung ke White House, Washington DC. Berdasar rekam-jejak sepak terjang Trump dapat disimpulkan dia sangat keras kepala dan merasa diri paling benar maka mustahil dia sudi menerima pesan perdamaian yang disampaikan oleh para bhiku apalagi seekor anjing jalanan tak jelas ras bernama
Aloka. Rel