PELITA Usulkan Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan dalam RDP dengan Komisi X DPR RI

Administrator - Selasa, 23 September 2025 09:31 WIB
Dalam forum tersebut, Ketua Umum PELITA, Akhwanul Akhmal, menegaskan pentingnya transformasi kelembagaan sebagai langkah nyata untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dan agenda pembangunan nasional Asta Cita.ist
JAKARTA | Halomedan.com

Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) mengusulkan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi nasional melalui transformasi Politeknik menjadi Universitas Terapan. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI, yang berlangsung hari ini di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

RDP yang dipimpin oleh Lalu Hadrian Irfani dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini merupakan bagian dari proses penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Dalam forum tersebut, Ketua Umum PELITA, Akhwanul Akhmal, menegaskan pentingnya transformasi kelembagaan sebagai langkah nyata untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dan agenda pembangunan nasional Asta Cita.

Pendidikan Vokasi Masih Terpinggirkan

Akhwanul mengungkapkan adanya kesenjangan besar antara pendidikan akademik dan vokasi di Indonesia. Saat ini, sekitar 95% mahasiswa lebih memilih jalur akademik, sementara hanya 5% yang menempuh pendidikan vokasional.

"Transformasi ini bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan langkah strategis untuk mengangkat marwah pendidikan vokasi agar setara dengan pendidikan akademik," ujar Akhmal. Ia menambahkan bahwa stigma pendidikan vokasi sebagai "kelas dua" harus segera dihapuskan agar jalur vokasi menjadi pilihan utama generasi muda.

Usulan Konkrit PELITA

Dalam paparannya, PELITA mengajukan dua usulan utama kepada Komisi X DPR RI:

1. Transformasi Politeknik menjadi Universitas Terapan guna meningkatkan daya tarik, fleksibilitas akademik, serta mendorong penelitian terapan yang selaras dengan kebutuhan industri.

2. Penyederhanaan bentuk perguruan tinggi menjadi dua jalur utama: Universitas untuk pendidikan akademik dan Universitas Terapan untuk pendidikan vokasi.

Usulan tersebut dinilai selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 yang mengamanatkan bahwa 70% tenaga kerja Indonesia berasal dari pendidikan vokasi, sebagai syarat menjadi negara maju.

Dorongan Regulasi dalam RUU Sisdiknas

Untuk mendukung keberhasilan transformasi ini, PELITA juga mendorong agar RUU Sisdiknas mengatur secara eksplisit beberapa poin krusial, antara lain:

Kesetaraan Universitas Terapan dengan universitas umum, termasuk jenjang pendidikan hingga Doktor Terapan.

Kolaborasi wajib dengan industri, di mana minimal 50% program studi memiliki teaching factory atau pembelajaran berbasis industri.

Skema pendanaan khusus dan insentif pajak bagi industri yang berinvestasi pada Universitas Terapan.

Kurikulum berbasis kompetensi, serta kewajiban sertifikasi profesi bagi lulusan sebagai pelengkap ijazah.

Dukungan Penuh Pengurus PELITA

Turut hadir dalam RDP tersebut jajaran pengurus pusat PELITA, yaitu Ginanjar Wiro Sasmito, Shalfi Andri, Suci Purwadari, Cahya Fajar Budi Hartanto, Aziz Purwanto, dan Roy Anthonius Susanto. Mereka memberikan dukungan penuh atas inisiatif transformasi ini sebagai bagian dari solusi terhadap skills mismatch antara lulusan pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

"Negara yang kuat tidak hanya dibangun oleh para pemikir, tetapi juga oleh pekerja terampil yang lahir dari sistem pendidikan vokasi yang unggul. RUU Sisdiknas harus memberikan afirmasi nyata untuk jalur vokasional sebagai tulang punggung pembangunan bangsa," pungkas Akhwanul Akhmal.rel

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait