Seklur Tanjung Sari Blokir Nomor WhatsApp Wartawan Usai Viral Diberitakan Diduga Terima Uang Penebangan Pohon Rp500 Ribu

Administrator - Rabu, 01 Mei 2024 06:51 WIB
Istimewa
Medan |halomedan.com -

Viralnya pemberitaan yang disebut sebut ada dugaan oknum pejabat Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang menerima uang sebesar Rp500 ribu dari Ucok/Dodo seorang yang katanya dipercaya oleh pihak penyewa tanah di Jln. Ringroad Psr II, Kelurahan Tanjung Sari, Tri Sanfriska Bakkara Seklur Tanjung Sari menunjukan sikap yang terkesan alergi terhadap wartawan dan bukan seorang sosok pelayan masyarakat.Pasalnya, Tri Sanfriska Bakkara selaku Seklur Tanjung Sari melakukan pemblokiran no WhatsApp wartawan paska pemberitaan yang tayang di Media Online Sumut24.co pada hari, Senin (29/4/2024) berjudul "Seklur Tanjung Sari Disebut Sebut Menerima Uang Rp500 Ribu dari Penebangan Pohon Mahoni" yang diterima dari orang kepercayaan pihak penyewa tanah.Seklur Tanjung Sari juga melayangkan surat bantahan ke redaksi Sumut24, Selasa (30/4/2024) yang tidak diterima jika dirinya (Seklur) ada nenerima uang dan mengetahui pelaksanaan penebangan pohon mahoni.Ironisnya, surat bantahan/keberatan pemberitaan yang dilayangkan keredaksi Sumut24 oleh Seklur Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang ada terkesan dugaan Hoax dari penjelasan surat bantahan tersebut.Tri Sanfriska Bakkara selaku Seklur Tanjung Sari menyebutkan bahwa wartawan Sumut24 yang hendak menemui dirinya (Seklur) yang sudah berada dilokasi penebagan pohon mahoni, enggan dan tidak mau menemuinya.Namun, pernyataan Tri Sanfriska Bakkara selaku Seklur Tanjung Sari di surat bantahan ke Redaksi Sumut24, bertolak belakang dari isi chat WhatsApp antara wartawan dan Seklur Tanjung Sari bahwa, sebenarnya Tri Sanfriska Bakkara (Seklur) yang tidak mau menemui dan pergi meninggalkan wartawan di lokasi penebangan pohon yang telah disepakati dan berlalu pergi begitu saja mengendarai mobil berwarna putih.Ironisnya lagi, Tri Sanfriska Bakkara selaku Seklur Tanjung Sari melalui via WhatsApp mengirim pesan dan menghubungi wartawan seolah dirinya merasa dibohongi untuk datang ke lokasi penebangan pohon dengan berkata "Abang Kemana, Abang Suruh Aku Datang, Abang Kok Pergi" kata Seklur.Anehnya, pertanyaan Tri Sanfriska Bakkara kepada wartawan tersebur menjadi senjata makan tuan untuk dirinya sendiri saat wartawan kembali menjelaskan "Saya sudah di lokasi. Tadi menurut keterangan yang ada dilokasi, saat saya di TKP (lokasi) ibuk tidak turun dari dalam mobil putih yang tadi parkir di lokasi. Dan sya lihat, ibu pergi" yang kemudian dijawaban Seklur "Saya bukan pergi,, saya, sebentar kerumah karena sakit perut sekalian ganti baju.. Kan, saya kembali lg," jawabnya membela diri yang jelas awalnya, dia (Seklur) seakan merasa kecewa terhadap wartawan yang tidak menemuinya.(W02)

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kota

Wartawan Aceh Tamiang Terima Bantuan SPS Pusat

Kota

Jangan Kalah Dari Preman, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan Wartawan

Kota

Pelaku Pemukulan dan Intimidasi Wartawan Sewaktu Demo PT UG Masih Santuy Berkeliaran

Kota

Lagi Lagi Oknum Wartawan jadi Korban Kekerasan dan Intimidasi Dari Aksi Demo di Depan Perusahaan PT.Universal Gloves

Kota

Wartawan Sumut Diajak Nobar Film The Sun Gazer, Koperasi Keluarga Pers Dorong Ekonomi Gotong Royong Lewat Layar Lebar

Kota

Intimidasi Jurnalis, Sekretaris NasDem Medan Rio Adrian Sukma Tak Menghargai Surya Paloh Seorang Wartawan Senior