Jokya | Pasarean Imogiri pepundhen tanah Jawi. Tiap malam Jumat Legi dilakukan tata cara di Pajimatan Imogiri. Kali terjadi pada tanggal 2 Juli 2026 bersamaan dengan hari Kemis Kliwon. GKR Wandansari memimpin abdi dalem dan sentana. Waktu menginjak pukul 16.30 sore. Pegunungan merak memujur dari barat ke timur. Dari arah utara seolah olah menjadi tanggul luapan samudra kidul. Pepohonan sunyi senyap tiada gerak. Suasana mistis menyelimuti Sultan Agungan. Pantulan sinar matahari berwarna kekuning kuningan. Bercampur dengan dedaunan ijo royo royo. Hembusan angin semilir pelan. Tak begitu kencang. Wit Nogosari, bentis, mojo pucuknya meliuk liuk. Kembang kenanga, melati, asoka tumbuh berundak undak. Pagar tembok batu bata seperti beteng. Gapura tiap pintu berdiri kokoh. Kompleks Sultan Agungan tampak berwibawa dan beraura. Abdi dalem memanjatkan doa. Tahlil tahmid takbir tasbes berkumandang. Ulama berdoa dengan disertai tadah amin. Turut serta dalam kompleks Sultan Agungan, yakni Kanjeng Ratu Batang. Garwa Sultan Agung ini putri Adipati Hupasanta, Bupati Batang. Cucu Patih Mandaraka dan keturunan Ki Juru Martani. Mereka trah Ku Ageng Wonosobo, Ki Ageng Selo, Ki Ageng Getas Pandawa, Bondan Kejawan dan Prabu Brawijaya. Jelas masih berhubungan dengan kraton Majapahit. Dupa menyala, berbahu harum. Kukusing dupa kumelun. Puji pangastuti sumundhul wiyati. Bremara reh mbrengengeng. Langit biru tanda harapan terkabul. Alam mendengar doa Jemah Legen. Hamjrah ingkang puspita arum, kasiliring samirana mrik.
Bulan Sura di Pajimatan nata Mataram buat dunia makin ayem tentrem, suka basuki dan subur makmur. 2 Juli 2026.Purwadi