Indonesia,
HID, global leader penyedia solusi identitas keamanan , hari ini merilisLaporan Industri Keamanan dan Identitas 2026 (Security and Identity Report 2026). Laporanini mengungkap bagaimana perusahaan global tengah melakukan perubahan mendalam terkaitsistem manajemen identitas mereka. Manajemen identitas adalah serangkaian aturan, proses, danteknologi untuk mengelola identitas individu (dalam hal ini eksekutif, karyawan, publik), entitas,bahkan perangkat atau benda, dalam ekosistem digital perusahaan. Tujuannya adalah untukmenjaga keamanan data dan aset perusahaan.Berdasarkan riset terhadap 1.500 praktisi keamanan dan IT, pengguna, dan mitra, para eksekutif dibidang keamanan kini semakin fokus mengelola identitas di tengah dunia offline dan digital yangsemakin terhubung. Fokusnya, agar pengguna semakin percaya, terlindungi, dan punya kendaliterhadap haknya."Para eksekutif di bidang keamanan saat ini dituntut untuk meningkatkan infrastruktur dan aksesidentitas. Meski demikian, di saat yang sama mereka juga sangat peduli pada tata kelola,perlindungan, dan transparansi untuk menjaga kepercayaan pengguna," jelas RameshSongukrishnasamy, Senior Vice President & Chief Technology Officer
HID. "Perusahaan yangakan sukses di 2026 adalah mereka yang bisa memberikan solusi akses yang fleksibel bagipenggunanya, tanpa mengorbankan keamanan."Tujuh Tren Penting Penentu Masa DepanLaporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembanganstrategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah: 1) Manajemen Identitas 2) MobileCredentials 3) Biometrik 4) Sistem Pelacakan Real Time 5) Identitas Digital Terpadu 6) RFID 7)Investasi untuk integrasi platform1. Manajemen identitas kini jadi prioritas strategi keamanan perusahaanHampir tiga perempat responden (73%) sepakat bahwa manajemen identitas adalahprioritas utama perusahaan, pilihan tertinggi dalam survey ini. Perusahaan mulai beralih darisistem kredensial terpisah ke konsolidasi tata kelola identitas yang menggabungkan aksesfisik dan sistem digital. Perusahaan sedang berupaya untuk menyatukan aspek-aspekberikut agar dapat dikelola lewat satu platform atau sistem, seperti data karyawan, datapengunjung, sistem verifikasi berlapis (Multi Factor Authentication), dan sistem PIAM (sistemyang mengatur izin individu untuk mengakses area tertentu).Pergeseran ini mencerminkan perusahaan di berbagai negara sepakat, bahwa konsolidasibukan lagi soal perlu atau tidak perlu, tapi sekarang bagaimana agar konsolidasi bisaberjalan dengan efisien, sesuai aturan, dan memberikan ROI yang terukur.2. Mobile Credentials semakin masifAdopsi mobile credential, yang biasa digunakan sebagai akses masuk gedung melaluismartphone, meningkat. Bukan sekedar praktis (34%), teknologi ini dinilai jauh lebih aman(50%). Namun, 84% pengguna ternyata masih berjaga-jaga menyimpan akses fisik (dalambentuk kartu) meski sudah mengandalkan mobile credentials. Hal ini menunjukkan perilakupengguna yang beragam dan kebutuhan akan sistem yang fleksibel.3. Biometrik (Sidik Jari & Wajah) makin populer, tapi isu privasi meningkat tajamTeknologi biometrik semakin diminati (45% sepakat teknologi ini strategis), seperti sidik jari(71%) dan pemindai wajah (50%) yang makin populer. Tapi di saat yang sama,kekhawatiranpengguna terkait etika dan privasi melonjak drastis dibandingkan tahun lalu, dari 31%menjadi 67%. Hal ini menuntut perusahaan untuk lebih transparan soal bagaimana databiometrik tersebut disimpan.4. Sistem pelacakan lokasi real-time (RTLS) sudah jadi standarPenggunaan teknologi pelacakan atau Real-time Location System (RTLS) terus meluas diberbagai sektor, seperti kesehatan, manufaktur, dan logistik. Sebanyak 42% end usersmenjadikannya prioritas strategis dan 40% lainnya sudah menerapkan dengan aktif. Namun,implementasi RTLS masih terkendala biaya (33%), isu privasi (29%), dan kompleksitasintegrasi (29%). Selain itu, 38% mitra menyebut pengguna belum sepenuhnya memahamikemampuan RTLS, sehingga perlu edukasi lebih lanjut.5. Satu identitas (fisik dan digital) untuk semua semakin didorongIdentitas fisik dan digital yang terintegrasi kini semakin jadi pilihan. Dari 75% perusahaan,29% sudah mengimplementasikan teknologi ini, dan 46% lainnya sedang aktif melakukanevaluasi sistem. Meski menawarkan efisiensi dan keamanan lebih baik melalui satu aksesuntuk gedung, jaringan, dan aplikasi, implementasinya masih terkendala budget (51%),kompleksitas (37%), dan kesenjangan keahlian (expertise gap) (34%).6. Adopsi RFID untuk pelacakan benda tumbuh stabilRadio Frequency Identification (RFID), atau teknologi yang menggunakan gelombang radiountuk mengidentifikasi benda, kini sudah jadi infrastruktur penting, bukan lagi sekadarinovasi. Sebanyak 54% responden telah menggunakannya untuk pelacakan aset,manajemen inventaris, dan pencegahan kerugian. Manfaat utama yang dirasakan adalahpelacakan lebih cepat (62%) dan visibilitas lebih baik (41%), sehingga memperkuat kontrolserta efisiensi operasional.7. Investasi semakin bergerak ke arah integrasi platformEra solusi tunggal akan segera berakhir. Perusahaan kini lebih memprioritaskan integrasisolusi dibanding solusi tunggal, untuk meningkatkan visibilitas, efisiensi, dan ketahanan ditengah lingkungan yang semakin kompleks. Namun, integrasi masih menjadi tantanganutama, dengan 52% responden menyebut kompleksitas sistem identitas dan 37% menyorotiproses integrasi fisik-digital sebagai kendala.Privasi pengguna berada di tingkat yang kritisSelain tren teknologi, laporan ini menyoroti isu utama di 2026: meningkatnya kekhawatiran terhadapetika dan privasi. Untuk teknologi biometrik misalnya, 67% end users menyatakan kekhawatirancukup serius dan sangat serius mengenai etika dan privasi teknologi ini. Adanya teknologipelacakan lokasi dan platform identitas terpadu, perusahaan dihadapkan pada tantangan untuksemakin memperkuat keamanan, namun di saat yang sama menjaga hak individu juga. Banyakresponden menyatakan tengah menyusun kebijakan, tata kelola, dan kontrol teknis untukmerespons isu ini, menandakan pendekatan keamanan yang semakin matang.Laporan Industri Keamanan dan Identitas
HID 2026 ini dibuat secara mendalam dankeberagaman datanya mencakup berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan,keuangan, manufaktur, dan infrastruktur kritis. Menghadirkan perspektif dari pengguna akhirmaupun mitra penyedia solusi, laporan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang keselarasanantara strategi dan implementasi, sekaligus mengidentifikasi area yang masih memilikikesenjangan.Hasilnya adalah laporan yang memberikan gambaran jelas tentang bagaimana bisnis mengambilkeputusan di tengah tantangan operasional yang nyata. Bagi para pemimpin keamanan dan TI,laporan ini menjadi referensi penting untuk memahami bagaimana pelaku industri memprioritaskaninvestasi, mengelola risiko, dan mempersiapkan masa depan dengan identitas sebagai fondasikepercayaan.Laporan Industri Keamanan dan Identitas
HID 2026 telah tersedia dan dapat diunduh melaluilaman hidglobal.com: Unduh di sini.Tentang
HIDHID menghadirkan solusi keamanan identitas terpercaya bagi individu, lokasi, dan perangkatdi seluruh dunia. Kami memungkinkan transaksi yang aman, produktivitas kerja yang optimal, danmobilitas tanpa hambatan. Solusi identitas kami memberikan akses yang mudah ke ruang fisikmaupun digital serta menghubungkan berbagai perangkat yang dapat diidentifikasi, diverifikasi, dandilacak secara digital. Jutaan orang di seluruh dunia mengandalkan produk dan layanan
HID dalamkehidupan sehari-hari, sementara miliaran perangkat terhubung melalui teknologi kami. Kamibekerja sama dengan pemerintah, institusi pendidikan, rumah sakit, lembaga keuangan, sektorindustrial, serta perusahaan inovatif terkemuka di dunia.Berkantor pusat di Austin, Texas,
HID memiliki lebih dari 4.500 karyawan di seluruh dunia danberoperasi di berbagai kantor internasional yang melayani lebih dari 100 negara.
HID adalah bagiandari ASSA ABLOY Group. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.hidglobal.com.