Mahasiswa Minta Kapolres Samosir Dinonaktifkan

Administrator - Rabu, 29 Maret 2023 16:10 WIB

MEDAN | Halomedan.co

Puluhan orang tergabung dalam perhimpunan mahasiswa Samosir, Sumatera Utara berunjukrasa di depan pintu masuk Polda Sumut, Rabu (29/3/2023) petang.

Sambil membentangkan spanduk, mereka berorasi di hadapan puluhan personel Polisi yang berdiri melakukan pengamanan.

Mereka meletakkan spanduk ke aspal bertuliskan agar polisi mengusut tuntas kematian Bripka Arfan Saragih (AS), anggota Satlantas Polres Samosir yang tewas minum sianida usai ketahuan tilap uang pajak kendaraan bermotor senilai Rp 2,5 miliar.

Setelah itu, puluhan mahasiswa pria dan wanita ini memajang foto Bripka Arfan Saragih yang masih mengenakan seragam dinas Polri di atas spanduk yang dibentangkan di aspal.

Beberapa foto Arfan diberdirikan mereka sambil menyalakan lilin sebagai aksi teatrikal.

Usai lilin dinyalakan mereka bernyanyi lagu berjudul ‘Ibu Pertiwi’. Diiringi suara gitar akustik para mahasiswa khidmat bernyanyi.

Tak lupa sambil bernyanyi salah satu orator membacakan puisi.

Ketua perhimpunan mahasiswa Samosir, Sirdo Sagala mengatakan, aksi mereka mendesak Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak menonaktifkan Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman selama proses pemeriksaan.

Selain itu, mereka juga meminta Polda Sumut segera menuntaskan kasus penggelapan pajak yang dilakukan almarhum Bripka Arfan Saragih dan kawan-kawannya di UPT Samsat Pangururan, Samosir secara transparan.

Pihaknya menduga ada dalang ataupun aktor intelektual yang belum diungkap ke publik.

“Nonaktifkan Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman. Kepolisian harus mengungkap penggelapan pajak yang terjadi di Kabupaten Samosir. Masih dugaan adanya dalang dalang atau oknum yang tidak mengetahui atau diberitakan ke publik itu harus diungkap,” kata Sirdo Sagala, Rabu (29/3/2023).

Sebagai mahasiswa perantau yang berada di Kota Medan, mereka merasa kecewa atas penanganan kasus penggelapan pajak di UPT Samsat Pangururan.

Menurut massa, kasus ini berlarut-larut hingga warga merasa terkatung-katung. Sirdo berjanji jika tuntutannya tidak segera ditangani akan kembali berunjukrasa di depan pintu masuk Polda Sumut.

“Banyak dugaan-dugaan, ada keterlibatan beberapa pihak dan juga kami menganggap Polres Samosir tidak mampu mengusut secara tuntas kasus ini. Kita minta dinonaktifkan selama penyelidikan,” pungkasnya.(W05)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Berita

Warga Meninggal, Ketua Pewarta Melayat dan Berikan Bantuan

Berita

Bakopam Bersama Polda Sumut Sukses Gelar Desiminasi Pemilu Damai 2024 di Kota Sibolga

Berita

Kapolsek Tegaskan tidak Ada Judi Tembak Ikan di Wilkum Polsek Delitua

Berita

Polda Sumut Atensi Kasus Pelemparan Bom Molotov Ke Rumah Wartawan di Pancur Batu

Berita

GKN di Pemukiman Padat Penduduk, Satresnarkoba Polrestabes Medan Tangkap Pengedar Narkoba

Berita

Polres Madina Bakar Ganja Hasil Operasi Oktober- Desember 2023