Rayakan Ulang Tahun Pertama, GRASP2030 Gandeng 22 Bisnis dan Organisasi Kurangi Food Loss and Waste

Administrator - Minggu, 11 September 2022 16:56 WIB

Jakarta – GRASP2030 (Gotong Royong Atasi Susut Limbah Pangan 2030), pioneer gerakan sukarelaintervensi pengurangan sampah makanan dari hulu ke hilir yang digagas oleh Indonesia BusinessCouncil for Sustainable Development (IBCSD), merayakan ulang tahunnya yang pertama pada 8September 2022 dengan mengadakan seminar hybrid GRASP2030 Anniversary “One-YearCollaboration Journey to Reduce Food Loss and Waste.Perayaan setahun perjalanan ini, menjadi semakin bermakna karena dihadiri oleh DirekturKewaspadaan Pangan dan Gizi BAPANAS Nita Yulianis, Tim Pengendali Dampak Lingkungan DirektoratPenanganan Sampah KLHK Windi Andriani, Managing Director WRAP Asia-Pacific Claire Kneller, P4GDirector of Partnerships Robyn McGuckin, President IBCSD Shinta Kamdani, GRASP2030 SteeringGroup Cogito Ergo S. R dan Head of Communication and Sustainability Sintesa Group, InkaPrawirasasra serta member GRASP2030, perusahaan, organisasi dan instansi.Sejak diluncurkan di tahun 2021, GRASP2030 telah berkomitmen menyatukan semua pelaku bisnisdan mitra pendukung rantai sistem pangan di Indonesia untuk mengambil tindakan nyatamengurangi separuh food loss and waste (FLW) pada tahun 2030 seperti Tujuan 12.3 TujuanPembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dan Tujuan 2 Mengurangi Masalah Kelaparan. Kepedulianpemangku kepentingan terhadap FLW terbukti dalam waktu kurun satu tahun, GRASP2030 telahmenggandeng lebih dari 20 anggota dari sektor industri makanan dan minuman, perhotelan,start-ups, think tanks, organisasi donasi makanan dan retail.“Dalam satu tahun ke belakang IBCSD, mencoba memfasilitasi hal tersebut melalui GRASP 2030dengan meningkatkan kapasitas sektor swasta dalam mengelola dan mengurangi sampah makanandengan pendekatan Target-Measure-Act yang dijalankan dalam kegiatan working group maupunaktivitas lainnya” ucap President IBCSD, Shinta W. Kamdani dalam membuka acara.“Selebrasi atas pencapaian di tahun pertama ini saya harap dapat menjadi motivasi untukGRASP2030 dapat on-track dan terus berkembang dalam mencapai tujuan kita bersama tujuan kitadalam mengurangi separuh food loss dan food waste tercapai di tahun 2030,” terang Shinta.GRASP2030 Perkuat Komitmen Bisnis dan Mitra Kurangi Food Loss and WasteBerbicara tentang sampah dan sisa makanan, menurut FAO, hal ini menyebabkan kerugian triliunandolar bagi industri dan menyumbang 8-10% emisi global yang dapat mempercepat perubahan iklim.Diketahui dari The Economist Intelligence Unit, Indonesia merupakan penyumbang sampah makananterbesar kedua di dunia. Pernyataan ini didukung oleh hasil Kajian FLW BAPPENAS selama satudekade terakhir, setidaknya muncul 115-184 kg timbulan sampah makanan per kapita per tahun.Mirisnya Global Hunger Index menyatakan Indonesia masih berada di tingkat kelaparan serius.Artinya ada ketimpangan antara makanan yang diproduksi, dikonsumsi, didistribusikan dan terbuang.Melihat fenomena ini, strategi penanganan food loss and waste akan membutuhkan beberapa aktordari berbagai sektor untuk mengambil tindakan bersama.“Data is the new gold. Apa yang kita lakukan tidak ada artinya tanpa measurement dan reporting.Sehingga saat 2030 nanti, sudah ada ada laporan bahwa Indonesia pasti sudah mengurangi sampahmakanan,” ucap Cogito Ergo S. R., GRASP2030 Steering Group dan General Manager FoodCycleIndonesia. “Tentu kita masih membutuhkan kolaborasi-kolaborasi selanjutnya. Kami mengajaksignatories untuk bisa mengajak network-nya untuk bergabung dalam GRASP2030.”Cogito menambahkan GRASP2030 terus berupaya mendukung Program Prioritas Pemerintah dalamRPJMN untuk meningkatkan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi makanan dan pembangunanRendah Karbon dengan membentuk dua working group yaitu Measurement-Reporting serta FoodDonation. Gerakan ini juga telah meluncurkan website yang dapat menjadi acuan untuk berbagiinformasi kabar terbaru dan praktik terbaik seputar pengurangan FLW. Tak hanya itu, GRASP2030aktif berdialog dengan pemerintah terkait dan berupaya membangun kesadaran masyarakat agarlebih bijak dalam mengkonsumsi makanan melalui Kampanye Media Sosial bertajuk #Consumindful.Sintesa Peninsula Hotel Palembang, sebagai salah satu anggota, menerapkan financial model untukFLW dengan memanfaatkan teknologi “Food Waste Tracker” dari Leanpath.Beberapa poin penting lainnya yang disampaikan dalam webinar ini adalah Badan Pangan Nasionalbekerja sama dengan salah satu anggota GRASP2030, Surplus Indonesia, bersama Sarinah danHIPPINDO dalam menginisiasi program Sarinah Bebas Food Waste, yang merupakan kerjasamapemerintah-swasta dalam turut mendukung pengurangan FLW.Dalam diskusi, KLHK menjelaskan bahwa data sampah makanan merupakan yang terbesar dari totalsampah Indonesia dan masyarakat juga perlu untuk diberikan pemahaman pemilahan sampah darirumah tangga dan pengumpulan terjadwal atau sudah terpilah. Saat ini KLHK sedang melakukancapacity building bagi pemda hingga tingkat kecamatan untuk memastikan sistem mekanismepengumpulan dan penyiapan sarana siap untuk mendukung gerakan tersebut. Menyongsong G20,KLHK berkolaborasi dengan Pemda Bali menerapkan sistem pengumpulan sampah terpisah.Kini dorongan untuk mengambil tindakan terhadap food loss and waste telah menjadi perhatianbanyak pihak. Melalui GRASP2030 diharapkan lebih banyak bisnis dan mitra rantai pasok yang pedulidan mengambil aksi mewujudkan tujuan mengurangi setengah food loss and waste di 2030.Tentang GRASP2030GRASP2030 merupakan inisiatif berbasis Voluntary Agreement, di mana seluruh pihak bergabungsecara sukarela untuk beraksi bersama-sama atau bergotong-royong dalam usaha menurunkanjumlah food loss and waste di Indonesia. Inisiatif ini digagas oleh IBCSD dengan dukungan dari WRAP(Waste Resource Action Program) dan P4G (Partnership for Green Growth and the Global Goals). Saatini GRASP telah memiliki 22 Anggota diantaranya Super Indo, Nutrifood, East-West Seed Indonesia,Great Giant Pineapple, Multi Bintang Indonesia, Sintesa Group, Kalbe Nutritionals, Fairmont Jakarta,Grand Hyatt Jakarta, World Resources Institute, Waste4Change, Surplus Indonesia, Laskar BumiPertiwi, Srikandi Harmoni Bumi, Indonesia Food & Beverage Executive Association (IFBEC) DIY,Catalyze, FoodCycle Indonesia, Foodbank of Indonesia, Foodbank Bandung, Aksata Pangan, GlobalAlliance for Improved Nutrition (GAIN), dan Food Sustaine/rel

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Ekbis

Kapolres Asahan Pimpin Korps Raport Kenaikan Pangkat dan Pelepasan Purna Bhakti Personel Polres Asahan

Ekbis

Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Kejari Labuhanbatu Tingkatkan Status Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka

Ekbis

Malam Tahun Baru di Pengungsian, Bobby Nasution Dampingi Presiden Prabowo Beri Harapan untuk Warga Batuhula

Ekbis

Wanita Korban Penganiayaan Petrus Minta Penyidik Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Profesional

Ekbis

Bakopam Sumut Gelar Silaturrahmi Tahun Baru di Kediaman Anggota DPR RI Maruli Siahaan

Ekbis

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim di Awal Tahun 2026