Oleh : Nur Fatiha Utami NasutionMahasiswa Program Pascasarjana Universitas Pancabudi Medan
ABSTRAKEtika dalam berbisnis mengajak para pengusaha selaku pelaku bisnis untuk mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang pantas dipandang dan dimasuki oleh semua orang yang percaya akan adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Tentunya etika bisnis diharapkan mampu memberikan dampak citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan penuh tipuan. Perilaku yang etis dalam bisnis adalah faktor penting yang menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan secara jangka panjang. Perilaku yang tidak etis akan menyebabkan menurunnya kinerja dalam jangka panjang. Etika bisnis merupakan seni dan disiplin ilmu yang digunakan untuk mencari solusi dari masalah-masalah kompleks dalam berorganisasi, misalnya penyadaran para pelaku bisnis atas hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh di langgar.
A.Latar Belakang MasalahBisnis adalah organisasi ekonomi yang beroperasi dalam lingkungan hukum , dan didirikan dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa, dan keberhasilannya tergantung pada efisiensi atas operasinya. Seringkali pebisnis harus bersaing dengan pebisnis lainnya. Persaingan ini diibaratkan sebagai sebuah game, dimana perusahaan harus memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dan mengalahkan pesaingnya namun persaingan tersebut juga harus sesuai dengan aturan (the rule of game) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam suatu lingkungan bisnis yang kompetititf, setiap pelaku bisnis dapat bertindak bebas asal tidak bertentangan dengan etika.Etika berasal dari Yunani Kuno ethos yang berarti kebiasaan, adat, sikap, cara berpikir dan sebagainya. Berkenaan dengan hal tersebut, etika juga diartikan dengan suatu hal yang memiliki3 rumusan, yaitu system nilai (nilai-nilai dan norma moral yang memiliki pegangan bagi seseorang/ kelompok dalam aturan tingkah laku. Kedua, etika sebagai kode etik (kumpulan asas atau nilai moral. Dan ketiga, etika sebagai ilmu pembeda baik dan buruk.Dari uraian diatas, dapat disimpukan bahwa yang dimaksud dengan etika bisnis adalah pengaplikasian etika yang mengatur perilaku dalam berbisnis. Dari konsep etika yang ada, akan terlihat suatu realitas kompleksitas bisnis dimana perilaku para pelaku bisnis akan selalu berelasi otomatis dengan etika. Apabila pelaku bisnis taat terhadap etika, maka aktifitas bisnisnya akan baik, begitu sebaliknya. Pelaku bisnis yang memperhatikan etika cenderung akan bersikap jujur, amanah, adil dan selalu peduli terhadap kepentingan orang lain (moral altruistic) dan sebagainya. Sebaliknya, jika pelaku bisnis tidak peduli terhadap etika, maka sikapnya akan selalu menampakkan sikap kontra produktif dengan sifat tipe kelompok pertama dalam dalam mengendalikan bisnis.Bisnis juga terikat dengan hukum. Dalam prakteknya, banyak masalah timbul dalam hubungan dengan bisnis baik dalam kancah nasional maupun internasional. Contoh simple-nya pelanggaran etika bisnis berasal dari adanya persaingan yang tidak sehat antar pelaku bisnis untuk mengusai pasar, memperluas pangsa pasar, dan mendapatkan banyak keuntungan. Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi. Selain itu diperlukan pemahaman bagi setiap pelaku bisnis, terutama para pimpinan perusahaan untuk mengetahui tujuan diterapkannya etika bisnis, dan bagaimana cara mengaplikasikan etika bisnis untuk mewujudkan manajemen yang etis.B.PermasalahanBerdasarkan latar belakang, maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut :1.Apakah tujuan dan ruang lingkup etika bisnis2.Bagaimana cara mengaplikasikan etika bisnis untuk mewujudkan manajemen yang etis?
C.Pembahasan1.Tujuan dan Ruang Lingkup Etika BisnisTujuan dari penerapan etika bisnis adalah untuk menggugah kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan para pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan menghindari kegiatan monkey / dirty business yang dapat merugikan banyak pihak yang terkait dalam bisnis tersebut. Etika dalam berbisnis mengajak para pengusaha selaku pelaku bisnis untuk mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang pantas dipandang dan dimasuki oleh semua orang yang percaya akan adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Tentunya etika bisnis diharapkan mampu memberikan dampak citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan penuh tipuan. Perilaku yang etis dalam bisnis adalah faktor penting yang menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan secara jangka panjang. Perilaku yang tidak etis akan menyebabkan menurunnya kinerja dalam jangka panjang. Etika bisnis merupakan seni dan disiplin ilmu yang digunakan untuk mencari solusi dari masalah-masalah kompleks dalam berorganisasi, misalnya penyadaran para pelaku bisnis atas hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh di langgar.Setelah melihat penting dan sangat diperlukanya etika bisnis, ada baiknya jika kita tinjau lebih lanjut apa saja lingkup etika bisnis itu. Sampai saat ini ada tiga ruang lingkup pokok yang harus diperhatikan supaya tujuan dari etika bisnis bisa tercapai, yaitu:a. Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi, dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. Dengan kata lain, etika bisnis pertama-tama bertujuan untuk menghimbau para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis secara baik dan etis.b. Menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh, atau karyawan dan masyarakat luas pemilik aset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapa pun juga. Pada tingkat ini, etika bisnis berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan masyarakat tersebut. Etik bisnis mengajak masyarakat luas, entah sebagai kartawan, konsumen, atau pemakai aset umum lainnya yang berkaitan dengan kegiatan bisnis, untuk sadar dan berjuang menuntut haknya atau paling kurang agar hak dan kepentingannya tidak dirugikan oleh kegiatan bisnis pihak mana pun.c. Etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis lebih bersifat makro, yang karena itu barang kali lebih tepat disebut etika ekonomi. Dalam lingkup makro semacam ini, etika bisnis berbicara mengenai monopoli, oligopoli, kolusi, dan praktek-praktek semacamnya yang akan sangat mempengaruhi tidak saja sehat tidaknya suatu ekonomi melainkan juga baik tidaknya praktek bisnis dalam sebuah negara.
2.Aplikasi Etika Bisnis Untuk Manajemen yang EtisBanyak manajer yang beranggapan bahwa mereka adalah orang yang paling memiliki etika. Penting bagi mereka yang terlibat dalam bisnis untuk bertindak sesuai dengan etika, tetapi menjadikan etika sebagai dasar bisnis adalah tidak berbeda dengan menjadikan etika sebagai dasar kehidupannya sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa sebagai seorang manajer hendaknya adalah orang yang menjunjung tinggi etika dalam setiap langkahnya.Hingga saat ini, belum ada etika secara khusus dalam bisnis. Segala peristiwa yang muncul dalam bisnis ternyata tidak mudah untuk diatasi dengan menggunakan aturan-aturan etika. Untuk itu, manajer tingkat atas memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan dan menjaga kondisi perusahaan yang sesuai dengan etika sehingga dapat melindungi organisasi dari perbuatan-perbuatan yang menentang etika dan melawan hukum yang dilakukan oleh anggotanya.•Manajemen yang Etis dan Manajemen EtikaEtika bisnis seringkali diartikan sebagai tindakan yang mendasarkan suatu etika oleh seorang manajer dengan melakukan sesuatu dengan sesuai. Hal ini disebut sebagai manajemen yang etis dan merupakan faktor penting bagi keberhasilan individu dan organisasi.Manajemen etika merupakan perilaku secara efektif dalam keadaan yang memiliki aspek-aspek etika baik yang terjadi di lingkungan intern maupun ekstern. Untuk melaksanakan manajemen yang etis dan manajemen etika, maka pihak manajemen perlu memiliki berbagai ilmu pengetahuan. Untuk membuat keputusan yang sesuai dengan etika dan menerapkannya dalam lingkungan organisasi maka diperlukan ketrampilan mengenai pengalaman. Sebagian manajer selaku pimpinan perusahaan membuat suatu kesalahan karena mereka gagal memahami dimensi dalam beretika.Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan etika bagi manajer tertinggi adalah terjadinya benturan kepentngan (conflicts of interest) diantara tiga peran utama dari seorang manajer. Hal ini selaras dengan fungsi seorang manajer, yaitu manajer sebagai aktor ekonomi, manajer sebagai pemimpin perusahaan, dan manajer sebagai pemimpin komunitas.
D.Penutup1.Kesimpulana.Etika bisnis merupakan aplikasi etika yang mengatur segala kegiatan bisnis dan norma moralitas merupakan landasan yang menjadi acuan perilaku dalam berbisnis.b.Praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Hal tersebut menandakan bahwa apabila dalam bisnis ataupun perusahaan tidak menjadikan etika sebagai acuan, maka para pebisnis akan lepas tidak terkendali mengupayakan segala cara dan mengorbankan apapun untuk mencapai tujuannya.2.Sarana.Dalam penerapan etika dalam berbisnis, perlu adanya kerjasama dan kesepakatan antara berbagai pihak yang terlibat seperti pelaku bisnis, anggotanya, pemerintah, dan masyarakat. Sehingga membutuhkan kesepakatan yang transparan. Agar yang menjalankan etika bisnis tidak hanya satu pihak sementara pihak lainnya bertindak sesuai keinginannya.b.Pentingnya kesadaran masing-masing elemen anggota dalam organisasi perusahaan maupun masyarakat, agar mereka mendapatkan hak-haknya yang tidak dilanggar oleh pihak lain dan menunaikan kewajibannya dalam rangka bertindak sesuai dengan etika dalam berbisnis maupun kehidupan sehari-harinya.
DAFTAR PUSTAKAKeraf.A.Sonny. Etika Bisnis dan Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius. 1998.“Pengusaha Beretika Bisnis Mewujudkan Penegakan Hukum”, Jurnal Manajemen, Fakultas Ekonomi, STIE Ganesha Jakarta, 2022.“Hubungan Antara Etika, Ekonomi dan Hukum”, Artikel Manajemen, Balai Diklat Kepemimpinan Magelang.