Atasi Susut dan Limbah Pangan, IBCSD dan CTSS IPB Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Administrator - Jumat, 17 Juni 2022 04:31 WIB

Jakarta Halomedan.co

Indonesia Business Council for Sustainable Development(IBCSD) bersama dengan Center for Transdisciplinary and Sustainability Science (CTSS) IPBUniversity mengadakan dialog dalam bentuk webinar bertema “Mengatasi Susut danLimbah Pangan, Mendorong Transformasi melalui Inovasi dan Kolaborasi, Kamis 16 Juni 2022.

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran ide dan juga pengalaman tentang kolaborasi multistakeholder dengan membawa inovasi dan teknologi yang dapat menjadi solusi yang lebihbaik, lebih tepat, dan efisien dalam mengurangi permasalahan susut dan limbah pangan.Di Indonesia, studi Food Loss and Waste melaporkan bahwa kita membuang 23-48 juta tonlimbah makanan per tahun pada periode 2000-2019 yang mengeluarkan sekitar 82,26 MtonCO2eq per tahun atau 7,29% dari total emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Indonesia. Ini setaradengan kerugian ekonomi 213-551 Triliun Rupiah/tahun atau setara 4-5% dari PDB Indonesia(BAPPENAS, 2021).

Yang artinya juga menyumbang sekitar 40,4%, dari total sampahIndonesia pada tahun 2020 (KLHK, 2021). Dengan latar belakang inilah IBCSD bersamaCTSS mengadakan dialog dengan mengangkat isu susut dan limbah pangan.Kepresidenan G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Untukmencapai pemulihan ekonomi yang lebih kuat, G20 telah memprioritaskan beberapa agenda,seperti menekankan transformasi digital dan memasukkan pembiayaan berkelanjutan,dimana hal ini juga akan membantu percepatan praktik pengurangan (Food Loss and Waste(FLW) di industri terkait. Sementara itu, SDGs juga menetapkan target spesifik pada SDG12.3, yaitu mengurangi separuh limbah makanan global per kapita di tingkat ritel dankonsumen dan mengurangi kehilangan makanan di sepanjang rantai produksi dan pasokan,termasuk pascapanen di tahun 2030.

Kegiatan dialog webinar ini di moderatori oleh Wida Septarina, Chairwoman YayasanLumbung Pangan Indonesia dan diikuti oleh 125 peserta dari sektor bisnis, akademisi,pemerintah dan lembaga sosial. Kegiatan ini merupakan bagian dari program IBCSD GerakanAtasi Susut dan Limbah Pangan 2030 (GRASP 2030) yang diluncurkan pada September2021. Saat ini GRASP 2030 didukung oleh 20 signatory yang terdiri dari perusahaan danorganisasi pendukung lainnya. Dialog ini merupakan forum agar para pemangku kepentingandapat saling berbagi pengalaman dalam mengatasi permasalahan susut dan limbah pangan.Dalam sambutannya Ir Medrilzam, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas menyampaikanPentingnya perubahan mindset dari semua pihak dari hulu ke hilir. Produksi tidak hanya fokushanya pada peningkatan produktivitas tetapi juga efisiensi.

Dalam permasalahan Food Wasteand Loss Masyarakat sebagai konsumen didorong untuk lebih bijak dalam konsumsi agardapat mengurangi mubazir pangan. Kolaborasi jd kata kunci terutama terkait pengelolaanrantai pasok pangan perlu terus ada kolaborasi. Bappenas mendorong G20 dan T20 untukdapat dijadikan momentum knowledge sharing serta memberikan pemikiran inovatif berbagaikebijakan baik di tingkat global maupun nasional Kemudian Prof Damayanti Buchori Direktur CTSS menyampaikan Bagiamana kerjasamainternasional dapat mendukung setiap negara mengatasi susut dan limbah pangan serta bagaimana pengurangan susut dan limbah pangan dapat meningkatkan produksi pangan dan berdampak positif pada perekonomian Dalam dialog disampaikan juga oleh Prof. Dr. Ir. Dominicus S. Priyarsono, akademisi dari IPB) bahwa permasalahan data Food Loss and Waste di Indonesia menyiratkan belum adanya awareness dan prioritas dalam mengatasi permasalahan ini.

Lebih lanjut Prof Sonnymenyampaikan bahwa dalam kolaborasi internasional, yang perlu didorongkan adalah upayamengurangi food rejection terkait quality control dan food safety. Sama pentingnya denganmengatasi hambatan non tarif handling dan mendorong koordinasi publik dan swasta.Kemudian Dr Andriko Notosusanto memaparkan persaingan pangan global jadi tantangansendiri.

Food And Agriculture Organization (FAO) telah memberikan peringatan krisis pangan,negara negara di dunia saling bersaing untuk dapat memenangkan persaingan panganglobal. di Indonesia gotong royong susut dan limbah pangan menjadi hal penting yang perludilakukan mengingat besarnya jumlah pangan yg dibutuhkan dengan penduduk yang besar.Upaya penanganan food waste lainnya yang perlu dilakukan antara lain memperkuatkomunikasi penggiat dan donator, memperkuat Focus Group Discussion untuk penyusunanregulasi, membuat MoU dengan berbagai pihak, memfasilitasi pengurangan food waste,edukasi serta kajian penyusunan database agar target penurunan menjadi clearHal lain yang kemudian disampaikan oleh M Agung Saputra, Managing Director SurplusIndonesia.

Dijelaskan oleh Agung bahwa Surplus merupakan sebuah komunitas yangawalnya menggabungkan sustainability dan teknologi dengan tagline surplus “Save Food,Save Budget Save Planet” yang membuat program inovatif bagi para pengusaha yangmemiliki makanan sisa untuk dapat dijual dengan setengah harga. Dengan 500 volunteerupaya Surplus merupakan bentuk CSR dengan mendistribusikan makanan berlenih bagi yangmembutuhkan.

Surplus juga merupakan bagian dari anggota steering committee GotongRoyong Atasi Susut Dan Limbah Pangan 2030 yang merupakan program dari IBCSD.Angelique Dewi, Head of Corporate Communication Division Nutrifood Indonesia, yang jugamerupakan anggota Steering Committee GRASP 2030, menjelaskan bahwa NutrifoodIndonesia melakukan berbagai kegiatan yang dapat mengadopsi 3 pillar, people profit danplanet. Hal lain yang mendasari dilakukannya upaya mengurangi susut dan limbah pangansalah satunya dengan melakukan Food Loss Management dengan kerjasama dengan 6foodbank di Indonesia yang juga berencana dijalankan di daerah lain, dan donasi yangdihasilkan mencapai 4,5 ton susu bubuk dan 500 pax kelebihan pangan yang disebarkan kekomunitas yang membutuhkan.

Angelique juga mengatakan bahwa mengurangi food loss perlu tetap memperhatikan faktorkesehatan dari makanan yang diolah, selain itu perlu bersama sama melakukan edukasikepada masyarakat dalam upaya mengurangi food loss. Kolaborasi dapat ditingkatkanmelalui GRASP 2030 yang menjadi salah satu jembatan dalam mengatasi susut dan limbahpangan.

Professor Sonny juga menyatakan dalam closing statementnya, bahwa diskusi inimemberikan banyak informasi yang sangat bermanfaat dan menimbulkan optimisme. Inisiatifyang disampaikan merupakan hal yang baru bagi para peserta, sehingga perlu dukunganpenuh pemerintah. Pemerintah perlu menjadi leader karena sudah menjadi kepentinganumum.

Sebagai penutup Prof Sonny menyampaikan perlu solusi teknologi yang tepat yang dapatmengubah waste menjadi pangan, tidak hanya pakan. Kerjasama internasional sangatpenting untuk saling berbagi informasi dan pengalaman dalam mengatasi susut dan limbahpangan di negara masing-masing. Kebutuhan pangan indonesia semakin besar untukmemenuhi kebutuhan pangan dengan jumlah penduduk yang besar, sementara jumlah lahansawah tidak bertambah.

Kita sangat mengapresiasi para penyedia kebutuhan pangan sertapara pihak yang menggalakkan kegiatan susut dan limbah pangan.Dalam closing statementnya, Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD, mengatakan bahwakegiatan diskusi hari ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk G20 melaluipenyusunan policy brief sebagai jalan keluar permasalahan FLW dalam mendorongsustainable development. Dikatakan oleh Indah bahwa dengan adanya diskusi ini diharapkandapat memberikan rekomendasi kebijakan, yang dapat didiskusikan hingga ke tingkatinternasional.

Tentang IBCSDIndonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), asosiasi yang dipimpinoleh para CEO yang memiliki komitmen bersama dalam mendorong pembangunanberkelanjutan di Indonesia. Asosiasi berbagi komitmen untuk mempromosikan pembangunanberkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi, keseimbangan ekologi dan kemajuan sosial.IBCSD merupakan bagian dari WBCSD dan didirikan oleh 6 anggota pendiri IBCSD termasuk:Bakrie Telecom, Bank Negara Indonesia, Medco Power Indonesia, Holcim Indonesia, GarudaIndonesia dan PT Riau Andalan Pulp Paper. www.ibcsd.or.id .red/rel

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Ekbis

*Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur*

Ekbis

SMSI Konawe Minta Penyidik Polda Sultra Telaah UU Pers Terkait Pemanggilan Ketua JMSI

Ekbis

TRI SULA EKONOMI: RUPIAH MEROSOT, BURSA SAHAM RONTOK, DAN HARGA MINYAK NAIK – Tantangan Ekonomi di Ambang Idul Fitri 1446 H

Ekbis

RAMADHAN KE-21, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO DUKUNGAN PT INALUM

Ekbis

Relaksasi KUR Pascabencana Mulai Diterapkan, Bank Sumut Petakan Debitur Terdampak di Sumut

Ekbis

Golden Visa: Investasi dan Pilar Kedaulatan Negara