Konjen Malaysia Sebut Warung Bebek Goreng Pawito Layak Ekspansi Bisnis Ke Malaysia

Administrator - Kamis, 31 Maret 2022 04:42 WIB

Medan | www.halomedan.coTidak hanya memuji kelezatan menu masakan yang dimiliki Warung Bebek Goreng Pawito, Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan, Aiyub Omar juga menyebutkan usaha kuliner tersebut pantas melakukan ekspansi bisnisnya ke Malaysia.

Demikian disampaikan Konjen Malaysia saat menghadiri undangan silaturahim dalam kegiatan bertajuk “Pengenalan Masakan Khas Indonesia”, di Warung Bebek Goreng Pawito Jalan H. Adam Malik Medan, Selasa (29/3/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur pimpinan PT ADS (Asli Dari Solo) Wagiono selaku Direktur, Budi Aprianto Business and Development Manager, Eko Aprianto Operational Manager, Taufik Azhari, Region Manager dan Andika selaku Chef. Dan Ketua Perwakilan Persatuan Wanita Luar Negeri Konsulat Jenderal Malaysia, Medan, Puan Hasnizah Hasan Aiyub Omar beserta rombongan dari kantor Konsulat Malaysia Medan.

Direktur PT ADS, Wagiono didampingi Budi Aprianto Business and Development Manager saat memberikan keterangan seputar keunggulan Warung Bebek Goreng Pawito kepada Konjen Malaysia dan tim.

Menurut Aiyub Omar, PT ADS yang membawahi brand Bebek Goreng Pawito, telah dikenal memiliki menu masakan unggulan bebek goreng yang diramu secara khas nusantara tersebut, harus segera melihat peluang positif ini untuk dapat mengembangkan usahanya ke negeri Jiran. Baik itu berupa metode berinventasi langsung ataupun membuka peluang usaha franchise bagi investor di Malaysia.

“Saya siap membantu memediasi PT ADS untuk berinvestasi di Malaysia ataupun membuka peluang usaha franchise bagi investor di Malaysia”, kata Aiyub Omar sembari mengucapkan terima kasih atas undangan silaturahmi yang di gagas oleh PT ADS tersebut.

Ia juga merasa optimis, kalau usaha kuliner Bebek Goreng Pawito, dapat berkompetisi dengan baik di negaranya. Terlebih lagi kalau kepulauan Sumatera dan negara Malaysia mempunyai banyak persamaan baik dalam agama, budaya, tarian, sejarah, bahasa dan termasuk kuliner yang telah membentuk satu persamaan sosial budaya yang unik dan menciptakan hubungan istimewa sebagai serumpun.

Beberapa hidangan makanan di Medan, Sumatera khususnya dan Malaysia, memiliki banyak kesamaan dengan resep makanan terutamanya masakan Melayu. Seperti penggunaan santan, kelapa parut, kacang-kacangan, lontong, kerupuk kentang pedas atau kentang goreng tapioka dan cabe menunjukkan wujudnya pengaruh Melayu dalam makanan kedua negara ini.

“Sebagai Konsul Jeneral Malaysia yang berada selama 2 tahun lebih di Kota Medan, saya dapati kuliner-kuliner yang ada Medan sangat bervariasi dan memiliki pengaruh berbeda menurut wilayah dan daerah. Bahkan setengah masakan didominasi memiliki pengaruh dari Timur Tengah, India, dan Cina” ungkapnya.

Dari segi sejarah, hubungan Malaysia dengan Indonesia dapat dijejaki bermula sejak abad ke-7, dimana Sumatera dan Tanah Melayu (Sekarang Malaysia), ketika itu pernah menjadi sebahagian dari kerajaan besar seperti, Majapahit, Aceh, Sriwijaya, Dharmasraya, Melaka dan Johor-Riau.

Pimpinan dan Staff Kantor Konsulat Malaysia berfoto bersama dengan unsur Pimpinan dan Staff PT ADS

“Dalam masa ini, beragam etnik termasuk, Aceh, Minang, Bugis, Banjar dan Jawa hijrah ke Tanah Melayu dan membentuk masyarakat “melayu” yang signifikan pada zaman modren Malaysia selepas penjajahan asing”, jelas Aiyub Omar.

Pada penjajahan Inggris, sambung Aiyub Omar, kehadiran buruh-buruh dari India dan Cina juga memberikan pengaruh besar bagi Tanah Melayu. Sehingga membentuk etnik utama di Malaysia.

Dalam kesempatan itu, berkaitan dengan dibukanya perbatasan Malaysia pada 1 April 2022 mendatang, Aiyub Omar juga mengajak warga Indonesia untuk berwisata ke Malaysia menikmati masakan khas di sana.

“Saya mengundang masyarakat Medan yang sudah 2 tahun tidak dapat menjejakkan kaki ke Malaysia, setidaknya dapat berwisata di Pulau Pinang menikmati Nasi Kandar, Char Kueh Teow, Asam Laksa atau Lok Lok di akhir pekan. Di Melaka, kita juga bisa nikamati Gulai Asam Pedas, Sate Celup, Es Cendol, dan Laksa Melaka. Dan sudah pasti, ada Roti Canai dan Teh Tarik di mana-mana”, harapnya.

Sementara itu, Direktur PT ADS, Wagiono mengucapkan terima kasih atas kehadiran Konjen Malaysia di salah satu resto mereka. Dan berharap dalam pertemuan bersahabat tersebut, dapat meningkatkan hubungan yang positif ke depannya.

Wagiono menjelaskan, Bebek Goreng Pawito merupakan salah satu produk makanan unggulan dimiliki perusahaan. Kehadiran Warung Bebek Goreng Pawito di kancah kuliner Medan sejak tahun 2010, tidak hanya mendapat perhatian dari warga Medan, tapi juga incaran bagi wisatawan yang datang ke Indonesia.

“Karena itu kami berharap investor Malaysia melirik usaha kuliner kami untuk bisa bekerjasama mengembangkan bisnis yang menjanjikan tersebut”, ucapnya. (rel)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Ekbis

BAKOPAM Sumut Salurkan Santunan Janda dan Anak Yatim di Ramadhan ke-22

Ekbis

Silaturahmi Kapolda Sumut dengan Media, Pererat Sinergi Sambut Idul Fitri 1447

Ekbis

*Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur*

Ekbis

SMSI Konawe Minta Penyidik Polda Sultra Telaah UU Pers Terkait Pemanggilan Ketua JMSI

Ekbis

TRI SULA EKONOMI: RUPIAH MEROSOT, BURSA SAHAM RONTOK, DAN HARGA MINYAK NAIK – Tantangan Ekonomi di Ambang Idul Fitri 1446 H

Ekbis

RAMADHAN KE-21, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO DUKUNGAN PT INALUM