Jagung Manis asal Sumut Laris di Pasar Global

Administrator - Selasa, 11 Agustus 2020 09:04 WIB

MEDAN, Halomedan.co

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan kembali mengapresiasi pelaku usaha di sub sektor tanaman pangan asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berupa jagung manis yang telah berhasil meningkatkan volume ekspornya di pasar ekspor.

Permohonan sertifikasi untuk ekspor jagung manis di Karantina Pertanian Belawan tercatat meningkat.

Selama semester I tahun 2020 sebanyak 111 ton dengan nilai ekonomis Rp 1,2 miliar. Sedangkan selama tahun 2019 tercatat hanya 91 ton dengan nilai ekonomis Rp 892 juta saja.

“Ekspor komoditas jagung manis asal Sumut ini menunjukkan hasil menggembirakan dari tahun ke tahun karena laris di pasar global, terutama pada kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi,” ungkap Hasrul, Kepala Karantina Pertanian Belawan melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2020).

Menurut Hasrul, untuk memastikan produk pertanian dapat diterima di negara tujuan, secara rutin Karantina Pertanian Belawan memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Lebih lanjut Hasrul menerangkan jagung manis ini banyak dibudidayakan petani jagung di Kabupaten Karo, Simalungun, Deli Serdang, Langkat dan Dairi.

Biasanya diekspor dalam bentuk beku (Frozen Sweet Corn) dan digunakan di negara tujuan ekspor sebagai bahan baku industri pangan.

Sedangkan negara yang rutin sebagai tujuan ekspor adalah Singapura, Malaysia dan Jepang.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, menjelaskan produk lokal yang sudah memiliki pasar ekspor harus kita dorong. Ke depan harusnya sudah dalam bentuk ekstrak jagung, pasta atau bahkan dalam bentuk jadi. “Sehingga bisa memberi nilai tambah,” kata Jamil.

Menurutnya, Menteri Pertanian menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong iklim investasi yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus digencarkan.

“Saatnya kita melangkah lebih cepat, silahkan manfaatkan fasilitas ini. Harapannya dengan adanya hilirisasi produk makin tinggi nilainya dan makin laris di pasar dunia,” tutup Jamil. (red)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Ekbis

*Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur*

Ekbis

SMSI Konawe Minta Penyidik Polda Sultra Telaah UU Pers Terkait Pemanggilan Ketua JMSI

Ekbis

TRI SULA EKONOMI: RUPIAH MEROSOT, BURSA SAHAM RONTOK, DAN HARGA MINYAK NAIK – Tantangan Ekonomi di Ambang Idul Fitri 1446 H

Ekbis

RAMADHAN KE-21, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO DUKUNGAN PT INALUM

Ekbis

Relaksasi KUR Pascabencana Mulai Diterapkan, Bank Sumut Petakan Debitur Terdampak di Sumut

Ekbis

Golden Visa: Investasi dan Pilar Kedaulatan Negara