BUMK Gumpang Lempuh Targetkan 2021 Produksi Jahe Melimpah

Administrator - Senin, 13 April 2020 07:27 WIB

GAYO LUES, halomedan.co – Badan Usaha Milik Kampung Gunung Kemili desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, tahun 2020 ini menyediakan penangkaran bibit jahe seluas dua hektar dengan jumlah bibit berkisar empat ton lebih.

Program tersebut di nilai sebagai sumber pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jahe salah satu nya tanaman komoditi unggulan di Kecamatan Putri Betung. Namun keterbatasan bibit,sehingga pihak Pengulu setempat bersama pengurus BUMK membuat program penangkaran bibit jahe di bagikan kemasyarakat berupa pinjaman dari BUMK terutama yang mempuyai lahan.

Pj Pengulu Desa Gumpang Lempuh Mursidi GT kepada Sumut24, Minggu (12/4/2020) mengatakan, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa Gumpang Lempuh diprogramkan penangkaran bibit jahe yang terletak dua lokasi yang langsung di tangani oleh pihak BUMK yang berlokasi di desa Gumpang Lempuh dengan bibit mencapai empat ton.

Tujuan pembibitan tersebut, untuk menyediakan jumlah bibit yang memadai. Karena jahe yang mau di bibitkan harus berumur dari delapan hingga sembilan bulan keatas.Sedangkan untuk dijual ke pedagang umur enam hingga tujuh bulan sudah bisa dipanen, sehingga susah di dapatkan bibit jahe dengan terpaksa di buat penangkaran sebelumnya.

Saat di tanya selama ini telah berjalan program BUMK beberapa tahun ini apakah berhasil atau tidak program tersebut, “memang telah berjalan program BUMK di desa Gumpang Lempuh,untuk tahun belakangan ini program tersebut kurang maksimal kebanyakan program simpan pijam untuk masyarakat serta gadai kebun. Namun itu kurang berhasil sehingga kita buat terobosan baru untuk membudidayakan tanama jahe nantinya pihak BUMK yang menampung hasil jahe masyarakat dalam pemasarannya. Insya Allah tahun depan desa kita bisa menjadi swasembada tanaman jahe di kabupaten Gayo Lues,” ucap Mursidi.

Sementara Camat Putri Betung Muhammad Jon menambahkan, “kami dari Muspika sangat mendukung terobosan baru PJ.Pengulu Gumpang Lempuh. Mudah-mudahan dengan dengan terobosan ini dapat membangkitkan lapangan kerja masyarakat. Memang tanaman jahe sangat positif di kembangkan,karena harga di pasaran ini sangat menjanjikan. Rata-rata petani jahe di wilayah ini sudah mulai sejahtera. Dan juga perlu saya tekankan pihak BUMK agar bisa menampung hasil tani masyarakat dengan harga memadai untuk di gudangkan sementara pasca penyebaran virus carona. Karena beberapa comoditi harga nya anjlok untuk membatu masyarakat pada musibah kali ini,” paparnya. (daud)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Ekbis

*Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur*

Ekbis

SMSI Konawe Minta Penyidik Polda Sultra Telaah UU Pers Terkait Pemanggilan Ketua JMSI

Ekbis

TRI SULA EKONOMI: RUPIAH MEROSOT, BURSA SAHAM RONTOK, DAN HARGA MINYAK NAIK – Tantangan Ekonomi di Ambang Idul Fitri 1446 H

Ekbis

RAMADHAN KE-21, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO DUKUNGAN PT INALUM

Ekbis

Relaksasi KUR Pascabencana Mulai Diterapkan, Bank Sumut Petakan Debitur Terdampak di Sumut

Ekbis

Golden Visa: Investasi dan Pilar Kedaulatan Negara