Sisa Makanan Berubah Jadi Pakan Ternak, Inovasi KKN UGM di Asahan Raih Apresiasi Wakil Bupati

Administrator - Minggu, 09 Agustus 2026 13:19 WIB
ASAHAN –Limbah makanan yang selama ini kerap menjadi masalah lingkungan, kini berhasil diubah menjadi sesuatu yang bernilai guna dan ekonomi. Inovasi cerdas tersebut lahir dari tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bertugas di Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan. Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menyambangi Pesantren Darul Falah di Kecamatan Aek Songsongan pada Sabtu (8/8/2026) guna melihat langsung hasil kegiatan pengabdian mahasiswa KKN UGM. Turut mendampingi kunjungan tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkungan Pemkab Asahan, jajaran pengurus Pesantren Darul Falah, perwakilan PT Inalum, serta para mahasiswa KKN UGM. Di lokasi, Wakil Bupati menyaksikan secara nyata bagaimana sisa makanan dari lingkungan pesantren yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah, kini dikelola dan dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Selanjutnya, maggot yang dihasilkan dijadikan sumber pakan alternatif bagi ternak bebek. Langkah cerdas ini sekaligus menjawab dua persoalan sekaligus: mengurangi limbah makanan dan menekan biaya pakan ternak. Muhammad Ghazalah Anwar, salah satu mahasiswa KKN UGM yang ditempatkan di Desa Aek Songsongan, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi sederhana namun berkelanjutan atas persoalan limbah makanan sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan masyarakat. "Sisa makanan tidak harus menjadi sampah. Melalui pengelolaan yang tepat, ia dapat berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap konsep ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setempat setelah masa KKN berakhir," ujarnya. Mendengar penjelasan tersebut, Wakil Bupati Asahan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inovasi yang diterapkan para mahasiswa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada atas pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026 yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Asahan, serta penghargaan kepada PT Inalum yang telah memfasilitasi dan mendukung kehadiran KKN UGM di daerah ini. "Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa KKN UGM. Sisa makanan yang selama ini dianggap limbah, ternyata dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini adalah inovasi yang sederhana, namun memiliki nilai manfaat yang luar biasa besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan," tegas Rianto. Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap ilmu pengetahuan dan inovasi yang dibawa para mahasiswa dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat luas. Sehingga kehadiran KKN UGM di Kabupaten Asahan tidak hanya meninggalkan program sesaat, melainkan juga meninggalkan pengetahuan dan manfaat yang abadi bagi kemajuan masyarakat. (dre)

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:
ugm

Berita Terkait

Berita

BEM KM UGM Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Rektor Ova Emilia