MEDAN – Staf Khusus Men
teri Koperasi RI, Prof. Dr. Ambar Pertiwiningrum, mendorong terjalinnya kerja sama antara produk makanan ringan
Bos Teri Medan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).Hal itu disampaikan Prof. Ambar saat mengunjungi rumah produksi
Bos Teri Medan di kawasan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, baru-baru ini."Kita akan dorong agar
Bos Teri Medan bisa bekerja sama dengan koperasi desa/kelurahan Merah Putih dan dapur MBG," kata Ambar.
Bos Teri Medan merupakan camilan berbahan dasar ikan
teri asli Belawan yang diproduksi pengusaha muda asal Medan, Jansen Tanuwujaya. Dalam sebulan, rumah produksi itu mengolah sekitar satu ton ikan
teri menjadi aneka makanan ringan dengan berbagai varian rasa.Produk tersebut juga disebut telah memberdayakan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja di sektor produksi.Selain itu,
Bos Teri Medan telah melengkapi produknya dengan informasi nilai gizi dan sejumlah perizinan, seperti sertifikasi halal, izin PIRT, serta uji kelayakan produk. Produk ini juga dipasarkan di sejumlah swalayan dan gerai oleh-oleh, termasuk area bandara.Jansen mengatakan
Bos Teri Medan hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap makanan praktis, sehat, dan bercita rasa khas Nusantara.Menurut dia, usaha tersebut berangkat dari kekayaan kuliner Medan yang dikenal kaya rempah dan cita rasa autentik."Kami ingin memperkenalkan makanan khas Medan, khususnya ikan
teri belah Medan, ke seluruh Indonesia hingga mancanegara, sambil membuka lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat sekitar," ujar Jansen yang juga Bendahara Koperasi Keluarga Pers Indonesia.Ia menambahkan, perusahaan menargetkan pembangunan pabrik yang lebih besar serta membuka lapangan kerja hingga 1.000 karyawan dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan.Dengan dukungan pemerintah dan jejaring koperasi,
Bos Teri Medan diharapkan berkembang menjadi ikon oleh-oleh khas Medan yang mampu menembus pasar nasional maupun ekspor.