Berastagi – Transformasi pendidikan tinggi menuju arah yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak terus didorong melalui Rapat Kerja Wilayah (
Rakerwil) LLDIKTI Wilayah I Tahun 2026 yang digelar di kawasan sejuk Berastagi, Sumatera Utara.Mengusung tema "Pendidikan Tinggi Inklusif, Adaptif, dan Berdampak menuju Indonesia Emas 2045", forum ini menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk menyamakan visi sekaligus merumuskan langkah konkret menghadapi tantangan masa depan.Kepala LLDIKTI Wilayah I, Saiful Anwar Matondang, menegaskan perguruan tinggi harus tampil sebagai motor penggerak perubahan. Menurutnya, kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga wajib memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional."Perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan zaman, menghadirkan solusi, serta menjadi pusat inovasi yang relevan," tegasnya.Sementara itu, Wakil Menteri Kem
diktisaintek, Fauzan, menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan implementasi di tingkat perguruan tinggi. Ia menilai, tanpa keselarasan tersebut, upaya transformasi akan sulit berjalan optimal.Isu hilirisasi riset menjadi salah satu fokus utama dalam
Rakerwil ini. Para peserta didorong untuk memastikan hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi akademik, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan guna menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.Selain itu, transformasi digital kampus di era kecerdasan buatan (AI) turut menjadi perhatian serius. Perguruan tinggi dituntut untuk cepat beradaptasi, memanfaatkan teknologi, serta meningkatkan daya saing global tanpa meninggalkan prinsip inklusivitas.Pembahasan juga mengerucut pada tantangan dan peluang transformasi perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara. Para peserta berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun institusi yang unggul secara akademik sekaligus mampu mencetak sumber daya manusia yang kompetitif.Rangkaian kegiatan semakin kaya dengan sesi berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan perguruan tinggi. Forum ini menjadi ruang pertukaran ide dan inovasi yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola kampus secara lebih efektif.Melalui
Rakerwil ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas 2045—sebuah visi besar yang menuntut kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk bertransformasi.