MEDAN – Gelombang pengunduran diri pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali memantik tanda tanya besar. Setelah Kepala Dinas PUPR Sumut, Hendra Dermawan Siregar, dikabarkan
mundur belum genap enam bulan menjabat, kini giliran
Kadis Perindag ESDM Sumut, Fitra Kurnia, disebut-sebut ikut mengundurkan diri.Fenomena
mundurnya dua kepala dinas utama dalam waktu berdekatan ini bukan sekadar isu birokrasi biasa. Publik mulai bertanya: ada apa sebenarnya di dalam tubuh Pemprovsu?
Kadis PUPR Mundur, Pejabat Kunci Pilih BungkamHendra Dermawan Siregar dilantik langsung oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution pada 22 Agustus 2025, menggantikan Topan Obaja Putra Ginting yang sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan KPK.Namun, baru beberapa bulan menjabat, Hendra dikabarkan mengundurkan diri dengan alasan yang masih kabur. Isu yang beredar menyebut adanya "tekanan pekerjaan".Masalahnya, hingga kini tidak ada penjelasan resmi.Upaya media untuk meminta klarifikasi kepada Bobby Nasution, Pj Sekda sekaligus Kepala Inspektorat Sulaiman Harahap, serta Kepala BKD Sutan Tolang Lubis, berulang kali tidak mendapat jawaban.Telepon tak diangkat. Pesan WhatsApp tak dibalas.Sikap diam ini justru memperkuat kecurigaan publik bahwa pengunduran diri tersebut bukan perkara administratif semata.Kominfo Pun Tak Bisa MenjawabKepala Dinas Kominfo Sumut, Erwin Hotmansyah Harahap, saat dimintai tanggapan hanya memberikan jawaban singkat."Maaf. Belum terkonfirmasi, bang," ujarnya.Pernyataan ini semakin memperlihatkan betapa kacaunya komunikasi pemerintahan dalam isu serius yang menyangkut stabilitas birokrasi.
Kadis Perindag ESDM Ikut Mundur: "A1 Orang Dalam"Belum reda kabar
mundurnya
Kadis PUPR, publik kembali dikejutkan dengan informasi bahwa Fitra Kurnia,
Kadis Perindag ESDM Sumut, juga dikabarkan
mundur sejak 9 Februari 2026.Sumber internal menyebut informasi tersebut valid."A1 dari orang dalam, mulai tanggal 9," ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.Saat dikonfirmasi, Fitra tidak membantah maupun menguatkan. Ia justru menyarankan media meminta keterangan dari pejabat berwenang.Namun persoalannya, pejabat berwenang justru memilih bungkam.Rentetan Mundur: Pemprovsu Sedang Tidak Baik-Baik Saja?Di era kepemimpinan Bobby Nasution, pengunduran diri kepala dinas bukan kali pertama terjadi. Pada Oktober 2025, dua kadis lebih dulu
mundur:
Kadis Perkim Hasmirizal Lubis (14 Oktober) dengan alasan keluarga
Kadis Ketapang Rajali (20 Oktober) dengan alasan kesehatanKini, dua pejabat strategis kembali
mundur beruntun.Jika terus terjadi, publik wajar menduga ada krisis internal, tekanan politik, atau bahkan persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan.Bungkamnya Pemprov: Transparansi DipertanyakanYang paling mengkhawatirkan bukan hanya
mundurnya pejabat, tetapi bungkamnya Pemprovsu.Dalam negara demokrasi, pengunduran diri pejabat publik bukan sekadar urusan personal. Ini menyangkut pelayanan masyarakat, stabilitas pemerintahan, dan kepercayaan publik.Jika gubernur dan jajaran kunci memilih diam, maka wajar jika publik menilai ada sesuatu yang sedang disembunyikan.Ada Apa di Balik "Misteri" Mundurnya Para
Kadis?Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Gubernur, Sekda, Inspektorat, maupun BKD.Diamnya para petinggi Pemprovsu justru memperbesar dugaan bahwa Sumut sedang menghadapi persoalan yang lebih besar dari sekadar "alasan keluarga" atau "tekanan pekerjaan".Pertanyaannya kini:siapa berikutnya? Dan apa yang sebenarnya sedang terjadi di jantung pemerintahan Sumatera Utara?