Korupsi

KAMAK Sumut Turun ke Jalan, Desak Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Jalan Nasional Rp41,7 Miliar

Administrator - Selasa, 10 Februari 2026 19:30 WIB
Istimewa
MEDAN – Aroma busuk dugaan korupsi proyek jalan nasional kembali menyeruak di Sumatera Utara. Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) Sumut menggelar aksi damai besar-besaran di kantor BPJN Medan, pada Selasa (10/2/2026) pukul 10.00 WIB, sebagai bentuk tekanan publik terhadap aparat penegak hukum agar tidak lagi tutup mata.Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa masyarakat muak dengan proyek-proyek bernilai puluhan miliar rupiah yang diduga hanya menjadi ladang bancakan, sementara hasilnya justru memalukan: jalan cepat rusak, roboh, bahkan terkesan dikerjakan asal jadi.Proyek Rp41,7 Miliar Diduga Ambruk Baru Hitungan BulanKoordinator Aksi, Aziz Sibarani, menyebut dugaan penyimpangan ini terjadi pada sejumlah proyek tahun anggaran 2022 hingga 2025.Salah satu yang paling disorot adalah proyek Reservasi Jalan Nasional – Jalan Bts Kota Rantau Prapat – Bts Provinsi Riau, dengan nilai kontrak fantastis mencapai:Rp41.776.954.000Namun ironisnya, proyek yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi itu justru diduga mengalami kerusakan parah dan bahkan roboh, padahal baru beberapa bulan beroperasi."Ini bukan sekadar proyek gagal, ini patut diduga sebagai bentuk kejahatan anggaran. Uang rakyat habis, hasilnya ambruk," tegas Aziz.Desak KPK, Kejaksaan, dan Polda Sumut Bertindak TegasKAMAK menilai aparat penegak hukum tidak boleh sekadar menonton. Mereka mendesak KPK, Kejaksaan, dan Polda Sumut segera memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk:Kasatker terkaitPejabat Pembuat Komitmen (PPK)Pejabat struktural BBPJN SumutMereka juga meminta agar proyek-proyek jalan nasional yang bermasalah tidak lagi diselesaikan dengan "tambal sulam", tetapi dibongkar secara hukum hingga ke akar-akarnya.Menteri PUPR Diminta Copot Pejabat Tidak KompetenTak hanya aparat hukum, KAMAK juga menekan pemerintah pusat.Mereka mendesak Menteri PUPR segera mengambil langkah tegas dengan mencopot pejabat yang dianggap gagal dan diduga terlibat."Kalau pejabatnya tidak kompeten atau bermain proyek, copot! Jangan biarkan BBPJN jadi sarang mafia anggaran," ujar Aziz.Dorong Penetapan Tersangka Pejabat BBPJN SumutDalam tuntutan kerasnya, KAMAK bahkan mendorong penyerahan dan penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut berinisial STC, serta sejumlah pejabat lain yang diduga terlibat.Mereka juga meminta pemeriksaan terhadap:Kepala BBPJN I Sumut saat iniKasatker aktif yang menangani proyek-proyek tersebut"Jangan Sampai Jalan Nasional Jadi Monumen Korupsi"KAMAK menegaskan aksi ini adalah peringatan keras bahwa masyarakat tidak akan diam jika uang negara terus dijarah melalui proyek infrastruktur."Jalan nasional jangan dijadikan monumen korupsi. Kalau uang rakyat dipakai untuk proyek asal jadi, maka itu pengkhianatan terhadap bangsa," tutup Aziz.Aksi damai ini diperkirakan akan menjadi sorotan luas, sekaligus ujian bagi aparat penegak hukum: berani membongkar mafia proyek, atau terus membiarkan korupsi merajalela di Sumatera Utara.

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

FORSOMAKAR Kembali Demo Kantor Gubsu dan Dinas PUPR Sumut, Soroti Bobroknya Tata Kelola Perizinan Tambang Galian C di Sumut

Berita

DEMOKRASI ITU MAHAL, TAPI JANGAN DIMURAHKAN DENGAN MENJUAL KEDAULATAN RAKYAT

Berita

Amerika Bergolak dan Penuh Demonstran; Matinya Seorang Penyair Wanita, Dituduh Sebagai Teroris Domestik

Berita

AKSI UNJUK RASA BEM UMN Al-Washliyah Diwarnai Keributan dengan Satpam Kanwil BRI Regional Medan

Berita

Refleksi Akhir Tahun KAMAK: Masyarakat Diminta Perkuat Dukungan untuk Kejati Berantas Korupsi di Sumut

Berita

KAMAK Sumut Gelar Refleksi Akhir Tahun dan Dialog Publik Evaluasi Kinerja Pemerintah 2025