Umum

MARPONCAK: SUN TZU — KEMENANGAN TERBAIK ADALAH MENANG TANPA BERTEMPUR

Administrator - Selasa, 10 Februari 2026 19:15 WIB
Istimewa
Oleh: H. Syahrir NasutionDalam sejarah panjang peradaban manusia, perang bukan sekadar benturan senjata, tetapi pertarungan strategi, kecerdasan, dan kehendak. Namun seorang pemikir militer besar dari Tiongkok kuno, Sun Tzu, mengajarkan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar menang di medan tempur.Ia berkata:"Kemenangan terbaik adalah menang tanpa bertempur."Kalimat ini bukan sekadar teori perang, tetapi filosofi kehidupan, filosofi politik, bahkan filosofi peradaban.Di tanah kita, di negeri yang kaya tetapi sering diperebutkan, pesan Sun Tzu terasa semakin relevan: bahwa konflik terbuka hanyalah tanda kegagalan berpikir.Makna Menang Tanpa BertempurSun Tzu mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukanlah ketika musuh jatuh bersimbah darah, tetapi ketika musuh sudah kalah sebelum perang dimulai.Artinya:musuh dikalahkan dengan kecerdasan,bukan dengan kebrutalan,dengan strategi, bukan emosi,dengan penguasaan situasi, bukan sekadar kekuatan fisik.Karena perang itu mahal, dan kemenangan yang dibeli dengan kehancuran sering kali hanyalah kemenangan palsu.MARPONCAK: Menang Dengan Pikiran, Bukan Dengan AmarahDalam konteks sosial-politik bangsa hari ini, kita melihat banyak "pertempuran" terjadi:rakyat melawan ketidakadilan,mahasiswa melawan kebohongan,petani melawan perampasan tanah,masyarakat melawan sistem yang timpang.Namun Sun Tzu memberi peringatan keras:Jika kita hanya mengandalkan benturan dan keributan, kita sedang bermain di arena musuh.MARPONCAK adalah cara berpikir lebih tinggi:menggunakan kecerdasan moral, strategi rakyat, dan keteguhan nurani.Perang Terbesar Bangsa Ini Bukan Senjata, Tapi ManipulasiHari ini musuh tidak selalu datang membawa senapan.Musuh datang membawa:propaganda,kebohongan digital,korupsi berjubah proyek,penjajahan ekonomi yang halus,pengurasan SDA dengan izin legal tapi tidak bermoral.Bangsa ini tidak dijajah dengan meriam, tetapi dijajah dengan sistem.Maka kemenangan tidak cukup dengan teriak di jalan.Kemenangan harus diraih dengan:literasi,kesadaran kolektif,keberanian intelektual,dan strategi sosial yang matang.Menang Tanpa Bertempur: Cara Rakyat Mengalahkan TiraniSun Tzu mengajarkan:"Kenali musuhmu, kenali dirimu, maka seratus pertempuran pun tak akan kau takuti."Rakyat harus mengenali siapa musuh sebenarnya:bukan sesama rakyat,bukan perbedaan suku dan agama,bukan tetangga yang miskin seperti kita.Musuhnya adalah ketidakadilan struktural.Menang tanpa bertempur berarti:membangun kekuatan rakyat lewat persatuan,melawan dengan hukum dan data,mengalahkan korupsi dengan transparansi,memukul oligarki dengan kesadaran publik.Kesimpulan: Kemenangan Adalah Ketika Bangsa Tidak Lagi DibohongiKemenangan terbesar bangsa ini bukan ketika lawan jatuh,tetapi ketika rakyat bangkit tanpa harus saling menghancurkan.Kemenangan terbaik adalah ketika:rakyat tidak lagi mudah diprovokasi,negara tidak lagi dijalankan oleh kepentingan segelintir,kekayaan alam kembali untuk rakyat,dan pemimpin takut kepada amanah, bukan rakyat takut kepada kekuasaan.Sun Tzu benar:Menang tanpa bertempur adalah kemenangan paling mulia.Karena perang yang sesungguhnya adalah perang melawan kebodohan, ketidakadilan, dan pengkhianatan moral.Jika abang mau, saya bisa buat versi lebih tajam dan keras lagi, atau dibuat menjadi opini nasional untuk media besar.

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Ijeck Bawa Golkar Sumut Raih Kemenangan, Ketua DPD Riau: Pencapaian yang Luar Biasa

Berita

Indonesia Menang 1-0 atas Bahrain, Ole Romeny Bawa Garuda Raih Kemenangan Perdana di Era Kluivert

Berita

Menangi Pilgub Aceh, DPP Tunas Prabowo 08: Selamat Kepada Mualem

Berita

Bakopam Sumut Ucapkan Selamat Kepada Paslon Bobby- Surya dan Rico -Zaky Pilkada 2024

Berita

Calwalkot Medan Prof Ridha Temu Ramah Bersama Insan Olah Raga Akan Sejahterahkan Atlit

Berita

Menangkan Aci-Lomlom, H. Hamdani Syahputra Lantik Dua Pengurus Kecamatan