Jakarta — Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting bagi insan pers Indonesia untuk memperkuat konsolidasi menghadapi tantangan era kecerdasan buatan.Mengusung tema "Literasi AI dan Transparansi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik", forum ini menegaskan bahwa transformasi teknologi harus diiringi dengan penguatan etika jurnalistik dan peningkatan kapasitas literasi digital.Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Ketua Dewan Pers Komaruddin, Ketua PWI Ahmad Munir, Ketua JMSI Teguh Santosa, serta Rianto, SH, MH selaku CEO Sumut24 sekaligus Ketua JMSI.Turut hadir Sekretaris Wilayah PWI Hamongan Panggabean bersama seluruh konstituen Dewan Pers, PWI, dan wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.Dalam forum tersebut, para peserta menekankan pentingnya membangun ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus disinformasi dan manipulasi konten digital.Konvensi ini juga menegaskan bahwa literasi AI bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral pers dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan informasi tetap berpihak pada kepentingan masyarakat."Pers harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, namun demokrasi dan integritas jurnalistik harus tetap terjaga," menjadi pesan utama yang mengemuka dalam diskusi.Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 diharapkan menjadi tonggak penguatan peran pers sebagai pilar demokrasi di tengah perubahan digital yang semakin cepat.rel