Umum

Warga Aceh Tamiang Korban Bencana Disebut “TMK”: Pengamat Nilai Negara Kehilangan Nurani

Administrator - Kamis, 05 Februari 2026 14:25 WIB
Istimewa
Aceh Tamiang — Gelombang protes masyarakat Aceh Tamiang pecah. Ratusan warga turun ke jalan mempersoalkan dugaan ketimpangan dalam pendataan dan penyaluran bantuan korban bencana, khususnya terkait bantuan perumahan dan hunian sementara (Huntara).Aksi demonstrasi ini dipicu oleh banyaknya warga korban bencana yang justru diberi status TMK (Tidak Memenuhi Kriteria) oleh tim survei, meski rumah mereka mengalami kerusakan nyata.Pengamat sosial politik, H. Syahrir Nasution, menilai situasi ini sudah sangat keterlaluan dan mencerminkan buruknya tata kelola bantuan bencana."Masalahnya sudah jelas. Terjadi ketimpangan dalam pengelolaan korban bencana. Rakyat sudah menderita, tapi malah dinyatakan TMK. Ini sangat menyakitkan," kata H. Syahrir Nasution.Tim Survei Disorot, Dinilai Tidak Profesional dan Tidak ProporsionalDalam keterangannya, Syahrir menyebut tim survei yang diturunkan ke lapangan, yang disebut berasal dari unsur IPDN Jakarta, bekerja tidak profesional dan tidak proporsional dalam menilai kondisi rumah warga."Tim survei tidak menunjukkan empati. Hampir semua desa terdampak bencana, tapi justru banyak yang dinyatakan tidak layak bantuan. Ini tidak masuk akal," ujarnya.Bantuan Perumahan Jadi Persoalan SeriusAdapun bantuan yang dipersoalkan warga adalah bantuan perumahan berdasarkan kategori kerusakan:Rusak Ringan: Rp15 jutaRusak Sedang: Rp30 jutaRusak Berat: Diganti total seperti semulaNamun warga menilai penetapan kategori tidak transparan dan cenderung merugikan korban."Rumah rakyat rubuh, tetapi dianggap tidak layak. Kalau begini, bantuan hanya formalitas administrasi," tegas Syahrir.Data Korban Sudah Diajukan Desa, Namun Dibatalkan Tim SurveiSyahrir juga menyoroti sikap tim survei yang disebut membatalkan data korban yang sebelumnya telah diajukan oleh perangkat desa."Perangkat desa sudah mendata korban dengan benar. Tapi begitu tim datang, data itu malah dibatalkan. Ini menimbulkan kecurigaan besar. Ada apa sebenarnya?" katanya tajam.Demo Tuntut Huntara dan Keadilan BantuanMenurut Syahrir, inti demonstrasi masyarakat adalah tuntutan atas:Penyediaan Huntara bagi korbanPenyaluran bantuan perumahan secara adilEvaluasi total terhadap tim surveiPenghapusan label TMK yang dianggap melukai korban"Rakyat Aceh Tamiang sudah korban bencana, jangan diperlakukan seperti tidak manusiawi. Di mana hati nurani negara?" pungkasnya.Masyarakat berharap pemerintah pusat segera turun tangan melakukan audit ulang pendataan dan memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada korban yang berhak.red

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Lima Korban Kecelakaan Lalin Secara Beruntun Dibeberapa Titik Kisaran Damai Kekeluargaan

Berita

Wanita Korban Penganiayaan Petrus Minta Penyidik Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Profesional

Berita

APTRINDO Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita

Lebih dari 90 Persen BTS Indosat di Aceh Kembali Beroperasi

Berita

Gubernur Bobby Nasution Laporkan 648 Unit Huntap Sudah Groundbreaking Pascabanjir dan Longsor di Sumut

Berita

DPD HIKMA Kota Binjai Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang