Umum

‘Mens Rea’ Membuktikan Humor Tidak Niscaya Lucu

Administrator - Kamis, 29 Januari 2026 21:38 WIB
Istimewa
'Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURIDARI beberapa hasil penelitian Pusat Studi Humorologi dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya humor tidak niscaya lucu. Keyakinan bahwa humor niscaya lucu sama keliru dengan lukisan niscaya indah atau masakan niscaya lezat.Humor, lukisan, masakan adalah kata benda, sementara lucu, indah, lezat adalah kata sifat. Pada kenyataan kata benda memiliki sifat yang bisa positif bisa negatif bahkan bebas nilai sebab tidak lepas dari selera dan tafsir pihak yang menilainya. Dan perlu diingat bahwa humor apabila diulang-ulang rawan kehilangan kelucuannya sehingga bisa berubah menjadi menjengkelkan bahkan memuakkan.Sifat humor juga nisbi terkait ruang dan waktu. Misalnya pada upacara pemakaman sebaiknya kita jangan berkisah humor tentang sang jenazah apalagi keluarga jenazah yang dimakamkan. Memang jenazah mustahil merasa tersinggung tetapi pihak keluarga yang sedang berduka mudah merasa tersinggung oleh humor selucu apa pun.Para politisi juga sensitif terhadap humor kecuali apabila sasaran humor diarahkan ke lawan politik mereka. Wajar apabila para politisi dari parpol tertentu yang tidak menjadi sasaran humor "Mens Rea" tidak merasa tersinggung namun malah melindungi Panji Pragiwaksono dari kriminalisasi. Juga tidak semua ulama setuju pernyataan Habib Rieziq bahwa "Mens rea" menista agama.Humoris termasuk para komedian monolog alias stand-up comedy pada hakikatnya merupakan kaum profesional yang mencari nafkah dengan menggunakan humor. Kaum profesional tidak bisa lepas dari peraturan sosial yang apabila tidak bersifat hukum minimal etika. Berarti mereka yang mencari nafkah dengan menggunakan humor wajib mematuhi aturan tata-krama profesional yang mengatur sikap dan perilaku mereka.Sebagai penggagas dan penulis buku Humorologi, saya menghargai keputusan Panji Pragiwaksono untuk menghentikan pergelaran "Mens Rea" sebagai sebuah sikap arif bijaksana. Risiko menyinggung perasaan (sebenarnya merupakan niat dasar mens rea yang dalam bahasa hukum memang bermakna niat jahat) terlalu besar.Meski bisa juga dicurigai bahwa segenap hujatan terhadap "Mens Rea" sebenarnya rekayasa yang disengaja manajemen penyelenggara justru demi meningkatkan popularitas Panji Pragiwaksono. Makin dihujat, makin tersohor!Naga-naganya Panji Pragiwaksono cukup bijak untuk senantiasa tidak lupa pada peribahasa sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga.Selucu-lucu seorang komedian menampilkan humor akhirnya bisa menjadi tidak lucu juga. Karena memang humor tidak niscaya lucu. []

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Realisasi Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas Tekankan Dampak Nyata bagi Ekonomi

Berita

Great Institute: Ketidakpastian Global Tak Menghalangi Laju Ekonomi Indonesia

Berita

Camat Medan Area Bersama 12 Lurah Silaturahmi ke Sekretariat DPAC Pendawa

Berita

Pelaku Usaha ASEAN Didorong Terlibat dalam Pembangunan Korea Utara untuk Ciptakan Stabilitas Kawasan

Berita

Mensukseskan Mubes XI PP di Jakarta, Ketua MPC PP Kota Medan Berangkatkan 500 Kader

Berita

Menunggu Parade Militer Korea Utara