Umum

ULAMA AL WASHLIYAH: DARI MAKTAB MEMBANGUN KEKUATAN UMAT, Menyambut Hadirnya Buku “Biografi Tokoh Ulama Al Jam’iyatul Washliyah”

Administrator - Minggu, 11 Januari 2026 12:56 WIB
Istimewa
Ipoh — Tradisi keulamaan Al Jam'iyatul Washliyah kembali diteguhkan melalui kehadiran buku Biografi Tokoh Ulama Al Jam'iyatul Washliyah karya dua ulama kontemporer, Prof. Dr. H. Hasballah Thaib, MA dan Syekh Dr. Muhammad Nasir, Lc, MA, yang diterbitkan Perdana Publishing pada 2025 setebal 182 halaman. Buku ini dinilai hadir pada momentum yang tepat, di tengah upaya kebangkitan organisasi-organisasi Islam serta transformasi besar lembaga pendidikan Islam dalam merespons perubahan sosial yang kian kompleks.Penilaian tersebut disampaikan Asren Nasution, Alumni Mu'allimin (1980) dan Al-Qismul 'Aly (1983), dalam ulasan mendalamnya terhadap buku biografi delapan ulama besar Al Washliyah yang mewarnai sejarah keislaman dan kebangsaan di Indonesia. Menurutnya, buku ini bukan sekadar catatan sejarah tokoh, melainkan rekaman hidup tradisi ulama Al Washliyah yang mengakar kuat pada umat."Aspek paling penting dari buku ini adalah kemampuannya menghidupkan kembali tradisi keulamaan Al Washliyah—mengajar, menulis, berdakwah, dan membimbing umat—yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," ujar Asren.Ia menegaskan, pada masanya ulama-ulama Al Washliyah bukan hanya dikenal sebagai ahli agama yang kharismatik dan berwibawa di Sumatera Utara, tetapi juga tampil sebagai pemimpin perjuangan kemerdekaan dan kekuatan moral bangsa. Mereka tidak berjarak dengan rakyat, tidak 'bertahta' di balik tembok pesantren atau madrasah, melainkan hadir langsung di tengah umat—berhujan dan berpanas bersama masyarakat.Model dakwah inilah yang disebut Asren sebagai ciri khas perkhidmatan bersama umat. Dari diskusi di maktab, para ulama Al Washliyah melahirkan kesepakatan mendirikan jami'ah, lalu turun langsung membangun madrasah, masjid, mushalla, dan lembaga sosial di kampung-kampung serta perkotaan. Spirit "manunggal dengan umat" itulah yang mendorong keikhlasan masyarakat untuk berwakaf, menopang gerakan pendidikan dan dakwah Al Washliyah.Lebih jauh, Asren menggarisbawahi kekuatan Al Washliyah Kultural sebagai fondasi utama gerakan ini. Menurutnya, Al Washliyah tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi, tetapi tumbuh menjadi kekuatan sosial dan moral melalui kharisma ulama-ulamanya. Dari spirit kultural inilah lahir madrasah-madrasah, panti asuhan, hingga Universitas Al Washliyah (UNIVA) sebagai pusat pencetak ulama-intelektual yang berkhidmat untuk umat."Al Washliyah kultural menjadikan umat sebagai bagian dari kekuatan itu sendiri. Seperti dalam kisah sejarah Islam, ketika pasukan dan rakyat menyatu, kekuatan mereka tak lagi terhitung," ungkapnya.Keistimewaan lain buku ini, lanjut Asren, terletak pada posisi penulisnya yang merupakan ulama Al Washliyah masa kini dan memiliki relasi langsung (talaqqy) dengan delapan tokoh yang dibahas. Hal tersebut menjadikan buku ini sebagai referensi primer yang merekam suasana kebatinan, spirit perjuangan, dan keteladanan para ulama Al Washliyah secara autentik.Meski demikian, Asren juga mencatat ruang pengembangan dalam kajian latar belakang eksternal—seperti kondisi sosial, politik, ekonomi, dan budaya—yang memengaruhi kiprah para ulama tersebut. Ia menilai, celah ini justru membuka peluang bagi generasi sarjana Al Washliyah untuk melanjutkan penelitian yang lebih mendalam dan komprehensif."Buku ini telah memenuhi dahaga kerinduan kita pada figur ulama yang sederhana, teguh, dan tidak tergoyahkan oleh pragmatisme serta materialisme. Ini adalah warisan moral yang wajib diteladani," tegas Asren.Ia pun menutup ulasannya dengan pesan reflektif: menjadi kewajiban generasi penerus Al Washliyah untuk menjaga, melanjutkan, dan mengembangkan tradisi dakwah kultural para ulama pendahulu demi kekuatan umat dan masa depan Islam yang berkeadaban.Wallâhu A'lam.Ipoh, 11 Januari 2026

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Ketua Dewan Pakar KAHMI Binjai: Kasus “Mobil MBG Bawa Babi” Harus Disikapi Bijak, Jangan Jadi Bola Liar

Berita

Ulama Apresiasi Polda Sumut Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Pemilu 2024